Usai ketegangan kecil di restoran rooftop mereda, Satrio dan Debby segera menyelesaikan santap siang mereka. Jarum jam telah bergeser melewati pukul satu siang. Udara di luar ruangan mulai terasa menyengat, namun di dalam kabin sedan hitam mewah pinjaman Pak Aizar, suasananya terasa begitu sejuk. Mesin mobil berdengung halus, membelah jalur protokol Jakarta Selatan menuju area kampus elite tempat Debby menuntut ilmu.Sepanjang perjalanan, Debby tidak melepaskan sedetik pun genggaman tangannya dari lengan kekar Satrio. Kehadiran Tante Sisilia di restoran tadi benar-benar memicu alarm bahaya di kepala gadis kalangan atas tersebut. Sifat manjanya kini sepenuhnya bertransformasi menjadi sikap posesif yang sangat agresif."Rio, pokoknya mulai hari ini kamu harus laporan ke aku kalau mau ke mana-mana," ketus Debby seraya mendongak, menatap profil samping wajah tampan Satrio yang tengah fokus memperhatikan jalanan. "Aku tahu ya, perempuan-perempuan di kantor pusat itu pasti genit semua. Apal
Read more