分享

Bab 32

last update publish date: 2026-05-25 23:34:33

Usai ketegangan kecil di restoran rooftop mereda, Satrio dan Debby segera menyelesaikan santap siang mereka. Jarum jam telah bergeser melewati pukul satu siang. Udara di luar ruangan mulai terasa menyengat, namun di dalam kabin sedan hitam mewah pinjaman Pak Aizar, suasananya terasa begitu sejuk. Mesin mobil berdengung halus, membelah jalur protokol Jakarta Selatan menuju area kampus elite tempat Debby menuntut ilmu.

Sepanjang perjalanan, Debby tidak melepaskan sedetik pun genggaman tangannya d
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 32

    Usai ketegangan kecil di restoran rooftop mereda, Satrio dan Debby segera menyelesaikan santap siang mereka. Jarum jam telah bergeser melewati pukul satu siang. Udara di luar ruangan mulai terasa menyengat, namun di dalam kabin sedan hitam mewah pinjaman Pak Aizar, suasananya terasa begitu sejuk. Mesin mobil berdengung halus, membelah jalur protokol Jakarta Selatan menuju area kampus elite tempat Debby menuntut ilmu.Sepanjang perjalanan, Debby tidak melepaskan sedetik pun genggaman tangannya dari lengan kekar Satrio. Kehadiran Tante Sisilia di restoran tadi benar-benar memicu alarm bahaya di kepala gadis kalangan atas tersebut. Sifat manjanya kini sepenuhnya bertransformasi menjadi sikap posesif yang sangat agresif."Rio, pokoknya mulai hari ini kamu harus laporan ke aku kalau mau ke mana-mana," ketus Debby seraya mendongak, menatap profil samping wajah tampan Satrio yang tengah fokus memperhatikan jalanan. "Aku tahu ya, perempuan-perempuan di kantor pusat itu pasti genit semua. Apal

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 31

    Satrio juga menyadari kalau Sisilia masih curi-curi pandang padanya dari kejauhan. Melalui sudut matanya, ia bisa melihat bagaimana wanita sosialita itu berulang kali membasahi bibirnya sendiri sembari menatap tajam ke arah sudut meja luar. Rupanya, Sisilia nekat mencari waktu yang tepat untuk mendekati Satrio tanpa sepengetahuan keponakannya maupun teman-teman sosialitanya.Kesempatan itu akhirnya tiba ketika Satrio bangkit dari kursi untuk pergi ke toilet restoran. Sisilia yang terus mengawasi gerak-geriknya langsung berdiri dari mejanya dengan alasan ingin membenarkan riasan wajahnya. Ia melangkah dengan terburu-buru, mendahului rute menuju koridor remang-remang yang menghubungkan area makan utama dengan fasilitas toilet eksekutif.Saat keluar dari toilet, tiba-tiba wanita berpakaian modis dan seksi itu sudah ada di depannya. Sisilia berdiri bersandar pada dinding koridor yang sepi, sengaja memamerkan lekuk tubuhnya yang berbalut gaun ketat berpotongan dada rendah. Aroma parfum mah

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 30

    Sisilia menelan ludahnya yang terasa kering. Jantungnya berpacu begitu cepat hingga dadanya yang berpotongan rendah naik turun dengan tidak beraturan. Wajahnya yang putih bersih dilapisi kosmetik mahal kini merona merah padam karena malu sekaligus terpesona luar biasa oleh karisma anak magang yang awalnya ingin ia remehkan. Keangkuhannya sebagai nyonya besar runtuh total siang itu di atas rooftop restoran mewah."A-Ah, begitu ya... Kalau memang sudah izin Aizar, ya sudah. Tante... maksudku, aku hanya memastikan Debby tidak salah bergaul," jawab Sisilia terbata-bata, suaranya melemah drastis tanpa ada lagi nada ketus yang tersisa. Matanya dengan tidak tahu malu melirik ke arah dada bidang Satrio, merasakan tarikan gaib yang begitu kuat dari balik kemeja pria itu.Setelah Sisilia pergi dengan langkah terburu-buru kembali ke meja teman-temannya untuk menyembunyikan detak jantungnya yang liar dan wajahnya yang memerah, atmosfer di meja Satrio kembali berubah. Debby yang menyadari perubah

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 29

    Restoran mewah yang bertengger di rooftop lantai dua puluh gedung pencakar langit itu menyuguhkan pemandangan lanskap kota yang megah. Angin bertiup sepoi-sepoi, menerpa tirai-tirai tipis pembatas area luar ruangan yang eksklusif. Di sudut samping balkon, Satrio duduk berhadapan dengan Debby. Kehadiran mereka di sana menarik perhatian beberapa pelayan dan pengunjung kelas atas karena keserasian mereka yang begitu memikat.Di bawah tatapan manja dan penuh pujaan dari sepasang mata Debby yang terus memperhatikannya tanpa henti, Satrio tetap mempertahankan ketenangan dirinya. Tidak ada lagi sisa-sisa Satrio yang dulu, pemuda culun yang selalu gugup jika berhadapan dengan wanita cantik. Satrio yang sekarang adalah pria penuh percaya diri yang tahu persis bagaimana menempatkan diri. Ia memesan beberapa menu hidangan barat dengan gestur yang sangat elegan dan bahasa tubuh yang tenang, membuat Debby semakin tenggelam dalam pesona kedewasaan pemuda di hadapannya itu. Sifat manja Debby yang

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 28

    Jarum jam dinding di ruangan divisi IT lantai lima merayap perlahan menuju angka dua belas siang. Satrio baru saja menyelesaikan pemindaian sistem data keluhan pelanggan di lantai dasar bersama Selina, sebelum akhirnya kembali ke kubikelnya untuk membereskan beberapa berkas teknis. Suasana kantor mulai berangsur santai karena para karyawan bersiap menyambut jam istirahat makan siang.Pzzz... Pzzz... Pzzz...Ponsel seluler di atas meja kerja Satrio bergetar panjang. Suara dering bernada standar bergema singkat, memecah keheningan di sudut ruangan. Satrio meraih ponsel genggamnya, matanya sedikit memicing saat melihat nama yang tertera di layar monokromnya: Pak Aizar.Satrio menekan tombol hijau, lalu menempelkan ponsel jadul itu ke telinganya. "Selamat siang, Pak Aizar. Ada yang bisa saya bantu terkait jaringan di lantai atas?" tanya Satrio dengan nada suara bariton yang sangat tenang dan penuh wibawa.Di seberang saluran, terdengar suara helaan napas panjang dari Pak Aizar, disusul kek

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 27

    "Lama sekali kamu naik, Rio," bisik Adirah begitu jarak mereka hanya tersisa satu lengan. Ia menerima map dokumen dari tangan Satrio, namun jemari lentiknya sengaja bergesekan lama hingga meraba perlahan permukaan kulit tangan pemuda itu.Aroma parfum floral bercampur kehangatan mistis dari dada Satrio seketika menyerang indra penciuman Adirah, memicu debaran jantung yang kian berpacu liar. Gairah yang tertahan di ulu hati sang sekretaris utama mendadak mencair, meruntuhkan seluruh dinding profesionalisme yang selama bertahun-tahun ia bangun di lantai delapan itu.Adirah melangkah maju tanpa memedulikan batasan, merapatkan tubuh indahnya hingga dada bidang Satrio bergesekan langsung dengan tubuhnya. Tangan kanannya yang sedikit gemetar karena desiran aneh mulai bergerak berani, meraba dada kemeja abu-abu arang Satrio, tepat di mana giok pemikat hasrat itu berada di balik pakaian."Aku hampir gila menunggumu sejak pagi, Rio... Sentuh aku, aku tidak peduli lagi dengan urusan kantor ini,

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status