مشاركة

Bab 39

مؤلف: Langit Berawan
last update تاريخ النشر: 2026-05-31 20:27:30

Sisa-sisa pendaran cahaya kehijauan di dalam kamar kos itu perlahan memudar setelah Putih kembali ke dimensinya. Kepergian sang putri menyisakan aroma mawar yang menipis di dalam kamar.

Satrio, yang tenaganya baru saja terkuras habis setelah penyatuan malam itu, langsung ambruk di atas kasur. Rasa kantuk yang luar biasa membuatnya tertidur sangat pulas sampai pagi hari, hingga ia benar-benar lupa pada janjinya untuk menelepon Debby.

Ketika cahaya matahari mulai masuk melalui celah jendela, Sat
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 168

    Bagi Satrio, Selina adalah penawar stres dan pelarian biologis yang sangat memuaskan di kala pikirannya buntu. Namun, ketika menyangkut urusan pekerjaan di kantor, ia tetaplah sosok pemimpin yang dingin dan tidak bisa digerakkan oleh perasaan remeh.Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit untuk berdandan, keduanya kini telah tampil sempurna. Satrio mengenakan setelan jas potongan custom-fit berwarna abu-abu gelap dengan kemeja hitam di dalamnya, memancarkan aura pemimpin yang berwibawa. Sementara Selina tampil sangat memikat dengan blus ketat berwarna putih yang menonjolkan lekuk dadanya, dipadukan dengan rok pensil hitam di atas lutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Mereka berdua melangkah keluar dari unit apartemen, turun menuju basemen menggunakan lift khusus.Perjalanan menuju kantor pusat Shine Group pagi itu terasa begitu singkat di dalam mobil sport mewah milik Satrio. Selina yang duduk di kursi penumpang sesekali mencuri pandang ke arah samping, merasa sanga

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 167

    "Kalian semua tidak akan pernah bisa menjadi penghalang bagiku untuk memiliki Satrio sepenuhnya," gumam Selina lirih pada kesunyian kamar, seulas senyum kemenangan terukir jelas di bibirnya yang sensual.Ia menatap layar ponsel Satrio yang kini telah bersih dari jejak panggilan darurat malam itu. Baginya, baik Malika yang kekanak-kanakan, Sisilia yang kini terjebak dalam ancaman suaminya, maupun Ningrum yang hanyalah seorang gadis kampung buruh pabrik, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki kartu as seperti yang ia miliki sekarang. Selina tahu betul bagaimana cara mengunci perhatian seorang pria yang sedang berada di puncak kekuasaan, terutama pria yang sedang gundah seperti Satrio.Dengan gerakan yang sangat anggun dan penuh percaya diri, Selina perlahan menanggalkan gaun tidur yang melekat di tubuhnya, membiarkan pakaian itu jatuh begitu saja di atas lantai marmer. Ia kemudian menyibak ujung selimut tebal berbalut seprai lembut, lalu menyusupkan tubuhnya yang hangat ke dalam

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 166

    Mengapa seorang Sisilia menelepon seorang Satrio di larut malam seperti ini jika hubungan mereka hanya sebatas pekerjaan? Pertanyaan Darma di lobi tadi mengenai adanya 'sesuatu' di antara mereka berdua seketika terngiang kembali di telinga Selina dengan begitu nyata.Rasa penasaran yang teramat sangat bergolak hebat di dalam dada Selina, mengalahkan rasa takutnya. Jari telunjuknya yang bergetar kini melayang di atas layar, sangat ingin menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut dan mendengarkan suara dari wanita yang telah dibuat bertekuk lutut oleh pria yang kini sedang tertidur pulas di sampingnya.Selina masih mematung di atas ranjang dengan napas yang tertahan, menatap nama Sisilia yang berkedip di layar. Rasa penasaran yang membakar dada mengalahkan akal sehatnya. Akhirnya, dengan gerakan yang sangat pelan dan hati-hati, sembari melirik Satrio yang masih mendengkur halus akibat kelelahan, jemari Selina yang bergetar akhirnya menjawab panggilan Sisilia. Ia mendekatk

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 165

    Di dalam sebuah kafe premium bernuansa remang, alunan musik jaz mengalir lembut, mencoba membasuh ketegangan yang tersisa dari hiruk-pikuk siang tadi. Kafe ini adalah tempat pelarian favorit Satrio kala penat melanda, sebuah sudut sunyi di mana aroma kopi hitam pekat berpadu sempurna dengan interior kayu yang hangat, menjanjikan ketenangan dari segala intrik yang melelahkan.Di salah satu sudut sofa yang paling privat, Satrio duduk menyandarkan punggungnya yang tegap. Pikirannya benar-benar sedang berkecamuk hebat, berputar-putar di antara dua kutub yang menguras energinya. Di satu sisi, konfrontasi menegangkan dengan Darma Prambudi di lobi utama tadi masih menyisakan sisa-sisa amarah di dadanya. Namun, di sisi lain, yang jauh lebih menyiksa batinnya adalah perubahan sikap Malika. Kegundahan hati Satrio begitu mendalam saat mengingat bagaimana gadis itu menolak pergi dengannya dengan tatapan penuh keraguan dan cemburu, lalu memilih pulang sendiri menggunakan taksi. Rasa tidak perca

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 164

    "Jaga ucapan Anda, Pak Darma! Menuduh tanpa bukti di depan umum seperti ini hanya menunjukkan seberapa jauh Anda telah kehilangan akal sehat Anda karena frustasi," suara Satrio memecah keheningan lobi utama Shine Group.Satrio melangkah maju, melepaskan tatapan mata yang begitu tajam dan menusuk langsung ke arah Darma Prambudi. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Sebaliknya, ia menampilkan ekspresi penuh penghinaan dan rasa kasihan yang dibuat-buat, membalikkan keadaan dalam sekelip mata."Semua orang di gedung ini tahu bagaimana Nikko menyerahkan jabatannya secara sah di dalam rapat pleno karena ketidakmampuannya sendiri. Sekarang, Anda datang ke sini, membuat keributan, dan melemparkan tuduhan tidak berdasar kepada saya dan istri Anda sendiri? Sungguh menggelikan. Apakah ini cara seorang senior dari keluarga Prambudi menghadapi kekalahan?" Satrio mendengus meremehkan, suaranya yang tegas bergaung dengan penuh wibawa, membuat argumen Darma seketika runtuh dan terdengar

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 163

    Jarum jam dinding di lantai lima kantor pusat Shine Group tepat menunjuk ke angka pukul lima sore lewat lima menit. Suasana kerja yang semula formal dan kaku seketika mencair saat jam pulang kantor tiba. Namun, ketenangan di Divisi HRD pecah ketika pintu kaca otomatis terbuka, dan sosok Satrio melangkah masuk dengan penuh percaya diri.Pria itu kini tidak lagi mengenakan seragam lapangan operasional yang lusuh. Satrio tampil sangat berwibawa dengan kemeja putih premium yang pas di tubuh tegapnya, dipadukan dengan celana kain hitam potongan slim-fit yang elegan. Aura kepemimpinan seorang Presiden Direktur Baru begitu kuat menyelimuti dirinya, diperkuat oleh pancaran energi giok pemikat yang tersembunyi di balik kemejanya yang membuat siapa saja enggan menentang tatapannya.Langkah kaki Satrio berhenti tepat di depan meja kerja Malika. Ia mengulas senyum hangat yang sangat kontras dengan reputasi dinginnya di ruang rapat pleno pagi tadi."Sudah selesai bersiap-siapnya, Malika? Ayo, ak

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 5

    Satrio mematung. Napasnya memburu, namun bukan karena gairah, melainkan karena syok. Miliknya yang tadi menegang hebat kini terasa ngilu karena interupsi yang mendadak. Ia menatap pintu dengan ngeri, seolah-olah Tante Inet bisa melihat apa yang baru saja ia lakukan melalui serat-serat kayu pintu ka

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 4

    Satrio turun dari mobil dengan langkah ragu. Namun, saat ia melangkah mendekati teras, sesuatu yang aneh terjadi. Liontin giok di balik kemejanya mulai terasa hangat, seolah bereaksi terhadap kehadiran lawan jenis. Hawa panas itu menjalar, memberikan rasa percaya diri yang tiba-tiba meluap di dada

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 3

    Satrio terduduk di tepi ranjang dengan napas yang mulai tidak beraturan. Kamar itu terasa semakin panas, seolah oksigen di dalamnya telah habis terbakar oleh aura mistis yang memancar dari liontin di lehernya. Selina berlutut di depannya dengan gerakan yang sangat berani dan terlatih.Perlahan, jem

  • Satrio Sang Penguasa Wanita    Bab 2

    Sinar matahari sore menembus kaca jendela besar di lantai 9 gedung perkantoran elit itu, menyinari sosok Aizar Surya Prambudi yang berdiri membelakangi meja kerjanya. Sebagai Presdir yang baru saja dilantik, ia memiliki segalanya: kekuasaan, kekayaan, dan pesona yang sulit ditolak. Namun, di balik

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status