"Bagian mana yang perlu saya periksa terlebih dahulu, Mbak Sisilia?" tanya Satrio dengan nada suara rendah, sengaja memberikan penekanan yang menggoda pada panggilannya.Sisilia terkekeh manja, lalu meraih kerah kemeja seragam Satrio dan menariknya hingga jarak mereka terkikis habis. "Jangan panggil 'Mbak' jika kita sedang berduaan di dalam sini, Satrio. Panggil saja Sisilia, seperti di dalam pesan-pesan singkatmu," bisik Sisilia sembari mengusapkan telapak tangan yang hangat ke dada tegap Satrio."Oh, jadi di luar tadi Mbak, eh Sisilia... kamu hanya sedang bersandiwara?" goda Satrio dengan senyuman tipis di wajahnya."Tentu saja, Sayang. Aku tidak mau sekretaris Pak Aizar itu tahu kalau kita sudah sering saling kirim pesan mesra di belakangnya," jawab Sisilia sambil mengerlingkan matanya manja. "Lagi pula, bukankah sandiwara seperti ini membuat pertemuan kita terasa jauh lebih mendebarkan?""Kamu benar, Sisilia. Rahasia seperti ini justru membuatku semakin bersemangat untuk melayanim
Read more