Keesokan paginya, Lia langsung meluncur ke kantor Beni. Namun, Beni tidak ke kantor hari itu. "Kamu sekretarisnya kan, kenapa kamu gak tahu suami saya ke mana?""Maaf, Bu. Pak Beni hanya bilang, hari ini banyak urusan, jadi gak ke kantor dulu." Jawaban sekretaris bernama Eni itu tidak memuaskan Lia. Dengan wajah kesal, Lia pun pergi dari sana.Dengan mengendarai mobil, wanita itu pergi ke rumah Beni. Ia berharap Beni di rumahnya, meskipun harapan itu sangat kecil.Setelah menekan klakson mobil dua kali. Seorang wanita paruh baya membukakan pintu pagar."Bik, Pak Beni ada?" tanya Lia pada ART mertuanya."Gak ada, Bu. Semalam gak pulang.""Ya udah, mama Desi ada?""Ada, lagi nonton televisi di dalam." Lia mengangguk, lalu melajukan mobil perlahan, masuk ke pekarangan rumah besar suami barunya itu.Jika saja kedua orang tua Beni tidak tinggal bersama Beni, pasti akulah ratu di rumah besar ini. Batin Lia saat memandangi betapa besar dan luasnya rumah suaminya."Bik, buatkan saya teh tawa
اقرأ المزيد