"Mas, ini mie nya." Lia meletakkan semangkuk mi rebus di atas nakas. Beni memperhatikan mangkuk itu sejenak. Uap dari panas mi masih begitu jelas mengepul di udara."Kenapa, Mas? Ayo, makan. Aku sengaja buatkan yang spesial untuk kamu. Pasti kamu suka." Kalimat ajakan ambigu itu semakin membuat Beni yakin, bahwa ada yang dicampurkan pada makanan di depannya ini."Aku gak minta buatin mi rebus. Mm ... tapi karena kamu udah buatin dengan susah payah, kita makan sama-sama ya." Wajah Lia langsung pucat."Oh, jangan, Mas. A-aku .. itu ... udah makan mi kemarin. Jadi hari ini gak bisa makan mi lagi. Nanti lambungku sakit. Ini buat kamu saja.""Jujur, kemarin juga aku baru makan mi. Tadi maksud aku, minta tolong buatkan makanan, aku kira kamu mau bikin sayur tumis apa gitu karena kuliat di kulkas, masih ada kangkung." Beni tersenyum tipis."Oh, tumisan sayur. Oke, gak papa, Mas. Aku buatkan saja untuk kamu.""Gak usah, Lia. Untuk makan malam saja tumis kangkungnya.""Terus ini, bagaimana?"
اقرأ المزيد