Kalimat itu terasa seperti sesuatu yang tidak seharusnya ia dengar—terlalu berat, terlalu salah, dan datang dari orang yang selama ini justru ia anggap paling aman.“Om… jangan bicara seperti itu,” bisiknya cepat, suaranya bergetar. Ia tidak berani menoleh, takut jika ekspresi wajahnya akan mengkhianati kepanikan yang kini mulai merambat ke seluruh tubuhnya.Beni tidak langsung menjawab. Ia berdiri di belakang Kia, cukup dekat hingga wanita itu bisa merasakan kehadirannya, tapi cukup jauh untuk tidak terlihat mencurigakan jika ada yang melintas.“Saya serius,” lanjutnya pelan.“Kamu mungkin belum sadar, tapi sejak kamu selalu dijadikan alat oleh istri saya, saya memutuskan ada di pihak kamu, Kia. Saya akan melindungi kamu."Kia menelan ludah. Jantungnya berdegup keras, bukan karena tersentuh, tapi karena takut. Semua kebaikan yang selama ini ia terima dari Beni—perhatian, perlindungan, bahkan keberpihakannya saat Kia merasa sendirian—tiba-tiba berubah makna. Seakan ada sesuatu yang s
اقرأ المزيد