"Hari ini kamu ke pengadilan jam berapa, Kia?" tanya Beni dengan suara pelan. "Jam satu siang, Om. Tapi saya akan membawa Hakim.""Jangan, bayi baru tiga bulan, masa mau diajak ke tempat begitu. Biar bibik yang urus. Kamu alasan pergi kontrol ke rumah sakit saja." Wajah Kia langsung tak nyaman. Ia merasa sudah sangat merepotkan Beni atas semua masalahnya."Om, saya beneran gak enak.""Ya, ntar enaknya kalau ada suami yang bener-bener sayang sama kamu." Kia tersenyum malu-malu."Gak papa. Aku udah bilang mama, tapi maaf kalau aku gak bisa nemenin ya. Khawatir Lia mengirimkan orang untuk memata-matai kita." "Iya, Om, gak papa. Nanti malam, pulang kerja, Om pulang ke sini?" Beni mengangguk."Mulai hari ini, aku akan pulang ke sini. Aku juga harus menjauh perlahan dari Lia." Beni ingin menyampaikan hal lain setelah kalimat itu, tapi tertahan.Ia ingin memberitahu pada Kia, bahwa Adrian hendak menikahi Mirna. Ancaman Mirna tidak main-main, sehingga membuat Lia pun sepertinya terpaksa me
Read more