Siang itu, apartemen Galang yang biasanya sunyi dan kaku seperti barak militer, mendadak berubah suasananya. Di kamar utama, sang "Elang Hitam" akhirnya menyerah pada rasa lelah yang luar biasa. Setelah berjam-jam tiarap di atas gedung dengan fokus yang menguras saraf, Galang tertidur pulas. Posisi tidurnya bahkan masih sangat lurus dan disiplin, namun napasnya yang dalam menandakan ia benar-benar berada di fase istirahat total.Melihat kakaknya sudah "tumbang", Giska memberikan kode pada Salwa dengan mengedipkan mata. Salwa, yang duduk di sofa dengan kaki yang masih disangga bantal, tersenyum lebar. Ada kilat jenaka di matanya. Saat Galang tidur, beban berat tentang ayahnya, tentang wali nikah, dan tentang kecelakaan itu seolah ia simpan rapat di dalam laci ingatannya. Untuk beberapa jam ke depan, ia hanya ingin menjadi Salwa yang ceria, gadis yang dulu jatuh cinta pada Galang karena merasa bisa menjadi dirinya sendiri."Mbak, mumpung 'Beruang Kutub' kita lagi h
더 보기