Arka menemui anggota Paguyuban Empu itu sore harinya.Bukan di bengkel Empu Sardulo, di kedai teh kecil di kota bawah yang ternyata sudah jadi tempat pertemuan tidak resmi bagi orang-orang yang tidak mau pertemuan mereka tercatat di arsip manapun. Pria tua itu sudah ada di sana saat Arka tiba, cangkir tehnya sudah setengah, sepertinya dia tidak pernah benar-benar menunggu, hanya selalu sudah ada.Arka duduk di depannya."Kamu perlu menyatakan dukungan resmi sebelum Wiryatama bergerak," kata Arka langsung. "Kalau tidak, tiga anggota Paguyuban yang sudah dia hubungi bisa override posisi Bapak."Pria tua itu tidak terkejut. Hanya menatap cangkir tehnya sebentar."Dari mana kamu tahu ini?""Dari seseorang yang mempelajari aturan Paguyuban Empu kemarin malam.""Siapa?"Arka tidak menjawab itu.Pria tua itu menatapnya lalu mengangguk pelan. Tidak mendesak."Kalau aku menyatakan dukungan resmi sekarang," katanya, "Wiryatama akan tahu dari mana informasi ini bocor. Dan konsekuensinya tidak ha
Read more