Padepokan Bayu Medang Agung berdiri di atas bukit barat kota.Di bawah: pasar, gang, bau rempah dan kehidupan. Di atas: batu-batu ukiran ratusan tahun, pohon beringin yang akarnya menyatu dengan dinding, dan udara yang lebih berat, penuh konsentrasi Bayu yang mengalir lebih deras di sini dari manapun di kota.Arka berjalan ke sana pagi-pagi. Bagas sudah menunggu di gerbang."Siap?" tanya Bagas."Iya.""Bohong.""Iya."...Halaman depan sudah ramai. Ratusan siswa baru, semua sudah Awakening, angka-angka mengambang di atas kepala mereka, kebanyakan 2 dan 3, beberapa 4, satu dua yang 5.Arka masuk ke kerumunan.Angka 1 di atas kepalanya tidak bisa disembunyikan.Efeknya langsung.Bukan bisik-bisik halus. Tapi cukup keras untuk didengar:"Eh, itu Laras 1?""Serius? Ngapain ke sini?""Kasian deh."Arka berjalan terus. Tidak menoleh.Tapi telinganya menangkap semuanya.Di sisi kanan halaman, seorang siswa Laras 4 menepuk bahu temannya dan menunjuk ke arah Arka dengan dagu, gerakan kecil yan
Dernière mise à jour : 2026-05-06 Read More