Semua orang yang ada di sana seketika menarik napas cepat karena terkejut mendengar ucapan itu.Hanya sudut bibir Ghea yang melengkung membentuk senyum kemenangan.Pandangan semua orang kini tertuju pada Rania, seolah-olah mereka sedang menunggu tontonan drama yang seru.Akan tetapi, Rania justru mengangguk. "Oke, aku setuju.""Benaran?" Ghea memeluk Aris dengan gembira. "Aris, aku benaran bisa nikah sama kamu? Nggak apa-apa, walaupun nanti harus cerai lagi, aku nggak masalah, yang penting aku pernah memilikimu saja sudah cukup.""Rania, terima kasih banyak, ya."Melihat tatapan penuh syukur dari Aris, Rania tersenyum. "Nggak perlu sungkan, sudah seharusnya begitu.""Ya ampun, istrinya Pak Aris sabar banget, ya? Rela banget kasih posisinya buat pelakor.""Kalau aku jadi anak yang di dalam perutnya, aku sih mending nggak usah lahir sekalian. Punya ibu nggak berdaya kayak gitu, memalukan banget."Beberapa karyawan mulai berbisik-bisik, tetapi Rania tidak memedulikan mereka. "Siapkan sura
더 보기