Share

Bab 6

Author: Ani
"Mati?" Rania menatap wanita di depannya dengan tatapan kosong. "Apa urusannya denganku kalau dia mati? Bukannya kamu sendiri yang membekap anakmu sampai mati?"

"Apa kamu bilang? Kamu masih berani memfitnahku! Mana mungkin aku membunuh anakku sendiri! Huhu ... Aris, kamu harus tuntut keadilan buat anak kita!"

Aris berdiri di samping, memancarkan hawa dingin yang mematikan dari seluruh tubuhnya.

Dia menatap Rania dengan dingin. Di sorot matanya sudah tidak ada lagi kehangatan seperti dulu, yang tersisa hanyalah rasa muak.

"Ghea benar, kamu sudah membunuh orang, jadi kamu harus dapat hukuman." Suara pria itu terdengar sangat dingin. "Bawa dia ke kantor polisi."

Hati Rania benar-benar hancur. Dia mendongak dengan tatapan putus asa. "Aris, aku katakan sekali lagi, bukan aku pelakunya! Aku nggak melakukan itu! Kenapa kamu sama sekali nggak mau percaya padaku?"

Aris tidak menjawab, tetapi jauh di lubuk hatinya, berdasarkan apa yang dia tahu tentang Rania, dia sadar bahwa Rania sebenarnya tidak mungkin melakukan hal sekejam itu.

Melihat Aris sempat ragu, Ghea segera mencengkeram lengan pria itu dan menangis histeris. "Aris, anak kita mati dengan sangat tragis. Aku nggak mau dia dipenjara, aku mau menghukumnya dengan caraku sendiri! Kalau nggak, dendam di hatiku nggak akan pernah hilang!"

Aris menarik kembali pandangannya dari Rania, lalu berbalik pergi. "Aku serahkan dia padamu. Apa pun yang ingin kamu lakukan padanya, aku nggak akan menghentikanmu."

Melihat punggung pria itu yang pergi dengan begitu dingin dan tegas, Rania benar-benar putus asa.

Setelah Aris pergi, Ghea mengangkat tangan dan menyeka air mata di sudut matanya dengan raut wajah yang berubah dingin.

Dia menepuk tangannya dua kali, lalu dua pria berbadan besar dengan tatapan bengis melangkah masuk.

"Bawa dia pergi."

Rania seketika paham apa yang direncanakan wanita itu. Dengan wajah pucat pasi, dia terus melangkah mundur. "Apa yang mau kamu lakukan?"

"Apa? Sudah kubilang, anakku mati jadi aku mau kamu dapat balasan! Dan balasan yang harus kamu terima adalah seumur hidupmu, kamu nggak akan punya kesempatan lagi untuk kembali ke sisi Aris."

Setelah itu, Ghea berkata dengan suara dingin, "Pukul sampai pingsan, lalu bawa dia pergi!"

Rasa sakit menghantam pundaknya. Bahkan sebelum sempat meronta, Rania sudah kehilangan kesadaran.

Saat terbangun kembali, dia sudah dalam keadaan terikat di atas tempat tidur.

Di depan tempat tidur itu, berdiri Ghea bersama beberapa pria berbadan kekar.

"Kamu tahu nggak? Aku sudah menunggu hari ini sejak lama."

Ghea mengisap rokoknya dengan wajah yang tampak sangat acuh tak acuh.

Rania menatapnya dengan ekspresi kebingungan.

"Kamu benar-benar mengerikan. Baru saja membunuh anakmu sendiri dengan tanganmu dan sekarang kamu bisa bersikap acuh tak acuh seperti ini?"

"Hehe, dia cuma anak haram, buat apa kalau nggak kubunuh? Kalau dia besar nanti dan Aris sadar wajah anak itu nggak mirip dengannya, gimana? Lebih baik mati cepat supaya bisa reinkarnasi, itu demi kebaikannya sendiri. Aku akan mendoakan arwahnya dengan baik, karena bagaimanapun, dia sudah membantuku menjatuhkanmu."

Rania tertegun. Dia tidak menyangka anak yang dikandung Ghea ternyata bukan darah daging Aris.

"Nggak nyangka, 'kan?" Ghea mencibir. "Aku juga ingin mengandung anak Aris, tapi nggak pernah berhasil. Mau bagaimana lagi, terpaksa aku pinjam benih dari orang lain! Aku tahu kamu sudah mengaborsi anak Aris, kamu memang kejam ya. Tapi, nggak apa-apa, aku bisa memberimu beberapa anak lagi."

Dia menepuk tangannya dan pria-pria berbadan kekar itu segera mendekati Rania yang terbaring di atas tempat tidur.

"Lima laki-laki, semuanya pemain hebat. Setelah mereka puas memakaimu sampai rusak, kita lihat apa Aris masih mau sudi menerimamu kembali!"

"Nggak, jangan mendekat!"

Rania meronta sekuat tenaga. Anggota tubuhnya terasa perih karena terikat kencang, tetapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan ketakutan di dalam hatinya.

Menatap pria-pria di hadapannya, tubuhnya gemetar tak terkendali.

"Ghea, kamu sudah gila! Kalau sampai Aris tahu kamu melakukan ini padaku, dia akan membunuhmu!"

"Oh, ya?"

Ghea baru saja hendak menjawab saat ponselnya bergetar. Ternyata telepon dari Aris.

"Baiklah, mari kita lihat bersama, apa yang akan dikatakan Aris nanti."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 24

    Suara sirine polisi akhirnya berhenti tepat di depan restoran. Begitu melihat polisi menyerbu masuk dan meringkus Ghea, Reza akhirnya bisa bernapas lega sebelum akhirnya jatuh pingsan sepenuhnya."Reza!"Rania panik. Dia merangkak mendekati Reza, air matanya terus mengalir melihat kondisi pria itu yang sudah sekarat."Pak Polisi, tolong selamatkan dia!""Kenapa kalian menangkapku? Lepaskan! Aku nggak salah, lepaskan aku! Aku harus membunuhnya! Rania, aku akan membunuhmu!"Meski sudah ditangkap polisi, Ghea tetap mencengkeram tongkat bisbolnya dan menolak melepaskannya."Kami peringatkan, segera letakkan senjatamu atau kami akan melakukan tindakan tegas!"Polisi memberi peringatan keras, tetapi Ghea sama sekali tidak gentar."Aku akan membunuh Rania! Rania, aku akan membunuhmu!"Baru setelah polisi mengeluarkan pistol, Ghea akhirnya berhenti berteriak.Dia dibawa pergi oleh polisi, tetapi matanya tetap menatap tajam ke arah Rania."Lebih baik jangan biarkan aku keluar, kalau nggak Rania

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 23

    "Kamu sudah gila? Kamu mau membunuhku? Apa kamu nggak tahu kalau ini melanggar hukum?"Rania tahu kakaknya sudah tersambung di telepon. Sekarang dia hanya perlu mengulur waktu sampai kakaknya mengirim bantuan untuk menyelamatkan mereka."Melakukan hal yang melanggar hukum bukan pertama kalinya bagiku, 'kan?"Ghea menatap tajam ke arah Rania yang berada di bawah meja, sorot matanya penuh dengan kebencian."Sudah kubilang, aku nggak akan melepaskanmu! Lihat, sekarang waktunya sudah tiba, 'kan?"Ghea bertepuk tangan dan seketika lampu di seluruh ruangan menyala.Cahaya yang menyilaukan membuat Rania sempat tidak bisa membuka mata. Saat dia mulai terbiasa dan melihat sekitar, dia baru menyadari bahwa semua pengunjung yang tidak berkepentingan telah menghilang, entah sejak kapan mereka semua dibawa pergi.Rania mendongak, menatap wanita di depannya dengan tangan mengepal kuat.Saat ini, dia lebih membenci Aris.Jika bukan karena pria itu, Ghea tidak akan melakukan hal sejauh ini kepadanya.

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 22

    Entah karena suasana hati yang terlanjur rusak oleh kehadiran Ghea, makan malam mereka setelah itu terasa sama sekali tidak menyenangkan.Tepat saat mereka hendak bangkit berdiri untuk membayar tagihan.Lampu restoran tiba-tiba padam. Kerumunan orang mulai berteriak histeris dan seseorang berteriak, "Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba mati lampu?""Restoran semewah ini, bagaimana mungkin bisa melakukan kesalahan amatir seperti ini?""Harap semuanya tenang! Kami sudah mengirim petugas untuk melakukan perbaikan. Mohon tetap duduk di tempat masing-masing dan jangan bergerak!"Melihat restoran yang gelap gulita, Rania seketika merasakan firasat yang sangat buruk.Reza pun merasa khawatir, dia berbisik pelan, "Rania, kamu di situ?""Iya, aku di sini.""Berikan tanganmu padaku."Baru setelah mendengar suaranya dan menggenggam telapak tangannya, Reza merasa sedikit tenang.Dia mengeluarkan ponsel dan menyalakan lampu senter.Baru saja dia hendak memeriksa apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba pin

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 21

    "Kenapa kamu berubah jadi seperti ini?" Aris menatapnya dengan raut penuh kekecewaan. "Kamu masih belum menyesal juga?""Diam!" Ghea mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan keras ke wajah Aris. "Beraninya kamu menceramahiku? Kalau bukan karenamu, mana mungkin aku sampai .... Aris, hari ini aku memberimu tiga pilihan. Pertama, bayar ganti rugi. Kedua, berlutut dan minta maaf padaku. Ketiga, masuk penjara."Aris menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Dia tidak punya uang, tetapi kalau harus berlutut, itu benar-benar mustahil baginya."Kalau begitu, aku terpaksa menjebloskanmu ke penjara. Tapi, ingat, kamu nggak akan pernah bisa melihat Rania lagi seumur hidupmu karena malam ini juga aku akan membunuhnya."Setelah berkata demikian, Ghea hendak melangkah pergi, tetapi tiba-tiba terdengar suara bruk! Aris berlutut di hadapannya."Aku yang salah, Ghea. Maafkan aku, aku telah mengecewakanmu. Asalkan kamu nggak menyentuh Rania sedikit pun, aku nggak keberatan bersujud minta maaf

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 20

    Ghea menghabiskan banyak tenaga dan pikiran demi membuat Iwan senang.Iwan benar-benar berbeda dari semua pria yang pernah dia temui sebelumnya. Dia sangat suka memainkan permainan kecil yang menyimpang.Jika bukan karena pengalaman Ghea sebelumnya, dia mungkin tidak akan sanggup bertahan melewati satu malam saja.Saat Ghea terbangun, Iwan sudah berpakaian rapi dan duduk di sofa sambil merokok.Dia sedang menatap tabletnya. Begitu melihat Ghea bangun, dia berkata dengan perlahan, "Mulai sekarang, ikutlah denganku."Ghea mengerti betul apa maksud dari perkataan pria itu.Ini berarti, mulai hari ini, dia telah resmi menjadi wanita milik Iwan."Oke, aku mengerti."Ghea turun dari tempat tidur dengan mengenakan gaun tidur sutranya."Aku mau mandi dulu."Melangkah masuk ke kamar mandi, Ghea menanggalkan pakaiannya. Saat menatap bayangan dirinya di cermin, yang dipenuhi memar dan luka di sekujur tubuh, air matanya jatuh membasahi pipinya.Dia tidak pernah menyangka suatu hari nanti dia harus

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 19

    Setelah tinggal di kediaman Keluarga Pratama selama hampir satu bulan, suasana hati Rania pun menjadi jauh lebih baik.Reza memikirkan berbagai cara untuk menghiburnya. Setiap hari dia membawa Rania pergi ke berbagai tempat untuk menenangkan pikiran, bahkan sampai jarang mengurusi masalah perusahaannya.Hari ini, pagi-pagi sekali dia sudah pulang dengan membawa seekor anak kucing di tangannya.Seekor kucing berwarna keemasan berkaki pendek yang sangat menggemaskan.Melihat anak kucing itu, Rania menutup mulutnya dengan heran. "Kok ada anak kucing? Apa kamu yang membelinya?""Iya. Beberapa hari lalu aku lihat kamu sering menonton berbagai video kucing, aku tebak kamu pasti suka, jadi aku pergi carikan satu untukmu. Kamu suka?"Reza meletakkan anak kucing itu di lantai dan tak disangka, si kucing langsung berlari menghampiri Rania.Melihat kucing itu begitu menyukainya, Rania tidak tahan untuk tidak membungkuk dan menggendongnya ke dalam pelukan."Lucu banget, bulunya lembut. Jadi, sekar

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 4

    Setelah operasi aborsi, kondisi fisik Rania sangat lemah.Dia menelepon ke rumah, meminta asisten rumah tangganya untuk memasakkan sup ayam dan mengantarkannya ke rumah sakit untuk dia minum.Saat si asisten sudah selesai memasak dan membawa sup ayam tersebut ke rumah sakit, dia malah berpapasan den

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 3

    Semua orang yang ada di sana seketika menarik napas cepat karena terkejut mendengar ucapan itu.Hanya sudut bibir Ghea yang melengkung membentuk senyum kemenangan.Pandangan semua orang kini tertuju pada Rania, seolah-olah mereka sedang menunggu tontonan drama yang seru.Akan tetapi, Rania justru me

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 2

    Keesokan harinya, Ghea melahirkan seorang anak laki-laki.Aris begitu bahagia sampai lupa diri. Dia bahkan mengunggahnya di status WhatsApp.[Perjuangan sepuluh jam persalinan. Ghea, kamu sudah berjuang keras.]Fotonya menampilkan Ghea yang sedang menggendong bayi sambil berbaring di ranjang rumah s

  • Bunga yang Gugur, Mekar Kembali di Musim Baru   Bab 1

    Saat usia kehamilan Rania Kavi menginjak empat bulan, suaminya, Aris Wijaya, tiba-tiba membawa sekretaris mudanya yang juga sedang hamil pulang ke rumah."Rania, suaminya Ghea Pandya baru saja meninggal. Aku nggak tenang kalau dia sendirian di rumah, jadi biar dia menginap di sini dulu beberapa hari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status