Malamnya, setelah semua orang selesai makan malam dan balik ke kamar masing-masing, aku lanjut beberes meja makan. Saat itulah aku melihat hp Karina ketinggalan di atas meja.Aku baru saja mau melangkah naik ke lantai atas buat mengembalikannya, tapi Masha tiba-tiba muncul.“Sayang, aku bantuin kamu beberes, ya?”“Ah, nggak usah. Aku bisa sendiri kok,” jawabku berusaha bersikap biasa.“Tapi, Sayang—”“Udah, nggak apa-apa. Kamu tidur sana, besok kan harus kerja,” potongku.“Oke deh. Aku bobo duluan ya.”Masha tersenyum, lalu mengecup pipiku singkat sebelum pergi. Aku cuma bisa memasang senyum palsu menanggapi perhatiannya yang sekarang terasa hambar.Begitu dia menjauh, aku langsung naik ke lantai atas.Begitu sampai di depan kamar Karina, baru saja aku mau mengetuk pintu, aku langsung disambut oleh suara desahan Karina yang terdengar samar dari dalam. Suar
Read more