Ciuman kami makin dalam dan menuntut. Suara kecapan basah terdengar bersahutan dengan deru ombak di luar kabin. Miss Hana makin melenguh saat lidahku mulai mendominasi, membalikkan keadaan agar aku yang memegang kendali."Ternyata kamu lebih agresif dari yang kukira," bisik Miss Hana di sela ciuman kami, napasnya memburu panas."Sudah kubilang, jangan salahkan aku kalau mainnya kasar," sahutku serak.Tidak mau membuang waktu, tanganku bergerak ke punggungnya, melepas kaitan bra-nya dengan sekali sentak. Bra maroon itu terlepas, memamerkan sepasang dadanya yang padat dan membusung indah tanpa penghalang lagi."Ahhh... Argus..." desahnya pasrah saat aku menurunkan ciumanku ke leher jenjangnya, meninggalkan tanda merah di sana, sebelum akhirnya berlabuh di dadanya."Kamu menyukainya, Miss?" tanyaku sambil mempermainkan ujungnya yang mengeras dengan lidahku."Jangan banyak bicara... lakukan lebih lagi," tuntutnya dengan suara serak yang seksi. T
Read more