“Saya mau beli kondom dulu, Tan. Kita nggak bisa main langsung begini. Harus pakai kondom.”Tante Miya mendengus keras, melipat kedua tangannya di depan dadanya yang polos dengan raut wajah makin tajam. "Halah, gaya banget pakai kondom segala! Sudah lah, crot di luar aja nanti!""Nggak bisa, Tan. Resikonya terlalu gede," potongku tegas, tak memberi ruang buat dibantah. "Tunggu sebentar. Saya keluar bentar ke minimarket depan buat beli kondom. Nggak bakal lama, cuma sepuluh menit."Tante Miya mendesis kesal, matanya memutar malas. Tapi melihat raut wajahku yang tak bisa dibantah, dia akhirnya menghentakkan kakinya ke kasur dengan gusar."Ck! Bikin hilang mood aja kamu tuh! Ya sudah, cepat! Awas kalau kamu lama atau malah kabur ke kamar Masha!" ancam Tante Miya tajam."Bentar doang, Tan. Suwerrr, lima menit juga saya pasti balik," sahutku singkat.Tanpa membuang waktu, aku pun langsung melompat turun dari kasur, membetulkan celana pendekku. Aku keluar dari kamar Tante Miya, mengunci pint
Read more