Suara panggilan Bude Sora dari luar memecah keheningan.Seketika gerakan kami berdua terhenti total. Suasana kamar yang tadinya membakar mendadak mendingin dalam sekejap. Mataku dan Masha saling bertaut, membelalak lebar. Kami berdua panik."Masha? Ini Bude bingung cara matiin pendingin airnya di mana!" panggil Bude Sora lagi, suaranya terdengar makin dekat.Masha langsung membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangan, tak berani mengeluarkan desahan sedikit pun. Dengan panik, dia mendorong dadaku pelan pakai kakinya, memberi sinyal agar aku segera menjauh darinya.Aku pun buru-buru memakai celanaku kembali, begitu pula dengan Masha.Dengan napas yang masih sedikit tersengal, Masha merapikan rambutnya yang berantakan di depan cermin kecil."Aku keluar dulu ya, Sayang. Nanti aku balik lagi," bisik Masha.Namun, sebelum membuka pintu, dia malah kembali mendekatiku. Masha berjinjit, mengecup bibirku sekilas, lalu menggigit kecil dan menarik bibir bawahku gemas."Masha, cukup," bisikku
Read more