Namun, aku dengan cepat menarik napas panjang, menekan dalam-dalam emosi yang hampir meledak itu.Aku tidak boleh gegabah.Kalau aku ikut-ikutan emosi dan hilang kendali sekarang, suasana rumah justru bakal makin kacau dan mental Novaria akan makin parah.Aku lalu menoleh ke arah Masha, menyuruhnya mendekat."Masha, tolong peluk Nova sebentar, tenangin dia.”“I-iya…”Aku lalu menghampiri Paman Karyo dan Tante Miya yang berdiri di ambang pintu."Paman, Tante... mohon tenang dulu," kataku pelan, tanpa emosi.Paman Karyo mendengus kasar, matanya melotot menatapku. "Kamu nggak usah ikut campur, Argus! Kamu itu cuma—""Paman," potongku cepat. "Nova baru aja nyoba bunuh diri. Dan dia masih sangat syok. Kalau Paman dan Tante terus berantem dan teriak-teriak di depan kamar ini, kondisi Nova bisa makin drop. Jadi tolong… tolong banget, jangan egois. Kalian masih sayang sama Nova, kan?”Tante Miya menahan napas sejenak, lal
Read more