Mataku langsung memelotot. Kata-kata tanpa saringan itu meluncur santai dari bibir Miss Hanabi, seolah dia cuma lagi ngajak nongkrong di kafe."Shh! Pelan-pelan mulutnya, Miss!" bisikku panik setengah mati.Sontak kepalaku terputar ke belakang, memindai area teras rumah. Keringat dingin merembes keluar karena takut ada orang yang dengar."Ingat tempat, Miss! Ini di rumah majikanku, mana bisa aku genjot Miss di sini?!"Bukannya merasa bersalah, Miss Hanabi justru terkekeh pelan. "Siapa juga yang ngajakin main di rumah majikan kamu?""Terus di mana, Miss? Kalau mau di hotel yang kemarin, waduh, aku nggak punya waktu! Aku ini buru-buru mau ke warung depan!""Ke warungnya nanti aja. Sekarang kamu puasin aku dulu. Mobilku ada di ujung jalan. Kacanya gelap dan kedap suara.""Aduhh, tetap nggak bisa kalau sekarang, Miss! Aku banyak kerjaan!" tolakku.Raut wajah Miss Hanabi yang semula santai perlahan berubah mengancam.Dengan g
Read more