[Dia lagi mandi. Katanya habis ini mau pergi lagi, ada rapat. Gue sih nggak yakin kalau dia mau rapat beneran. Tapi oke deh, gue usahain ikutin dia diam-diam]Aku kembali membalas chatnya.[Oke, makasih. Jangan lupa dokumentasi. Laporin semua kegiatan dan siapa aja orang yang dia temuin hari ini!][Oke siap. Ntar gue kabarin ya]Setelah mengakhiri obrolan, aku kembali memasukkan hp ku ke dalam saku dan melangkah masuk ke dalam kamar. Di sana, Masha sudah kembali berbaring, matanya terpejam sayu seolah hendak tidur lagi.Namun, begitu mendengar langkah kakiku mendekat, Masha membuka matanya perlahan. "Sayang... tadi siapa yang hubungin kamu?”"Ah, nggak penting kok, Sayang," jawabku seraya tersenyum tipis, mencoba bersikap senormal mungkin di depannya. "Kamu istirahat aja kalau memang ngantuk. Nanti bangun lagi pas suster anterin makan siang, ya."Masha mengangguk pelan, matanya terlihat kian berat. "Iya, Sayang... kalau gitu aku tidur dulu ya.”"Iya, Tidurlah." Aku mengusap pelan punc
Read More