مشاركة

Bab 5 s2

مؤلف: Mommy_Ar
last update تاريخ النشر: 2026-08-05 13:38:44

Menara Sudirman berdiri megah dan berkilau di bawah terik matahari Jakarta. Marmer mengkilap, aroma parfum mahal, serta lalu lalang orang-orang ber-jas rapi membuat Arshy merasa seperti makhluk asing dari planet lain.

Mengenakan kemeja putih yang sedikit lecek dan celana kain hitam pudar, Arshy melangkah masuk ke area lobby Argantara & Partners Law Firm di lantai 18.

"Selamat pagi, Mbak. Ada yang bisa dibantu? Sudah ada janji appointment dengan pengacara kami?" sela seorang resepsioni
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 5 s2

    Menara Sudirman berdiri megah dan berkilau di bawah terik matahari Jakarta. Marmer mengkilap, aroma parfum mahal, serta lalu lalang orang-orang ber-jas rapi membuat Arshy merasa seperti makhluk asing dari planet lain.Mengenakan kemeja putih yang sedikit lecek dan celana kain hitam pudar, Arshy melangkah masuk ke area lobby Argantara & Partners Law Firm di lantai 18."Selamat pagi, Mbak. Ada yang bisa dibantu? Sudah ada janji appointment dengan pengacara kami?" sela seorang resepsionis cantik dengan senyum ramah yang terlatih."Pagi, Mbak. Saya mau bertemu dengan Pak Nakara Argantara. Penting sekali," ucap Arshy cepat, menyatukan kedua tangannya di dada.Resepsionis itu memeriksa layar komputernya. "Atas nama siapa? Dari perusahaan apa?""Saya... saya Arshila. Bukan dari perusahaan, Mbak. Saya ingin meminta bantuan hukum untuk sengketa tanah panti asuhan kami."Senyum resepsionis itu perlahan memudar, berganti dengan tatapan prihatin yang diwarnai rasa canggu

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 4 s2

    Pagi belum sepenuhnya menyapa ketika bus antarkota yang ditumpangi Arshy berhenti di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. Deru mesin kendaraan besar, asap knalpot yang memedihkan mata, serta teriakan para calo tiket langsung menyambut pendengarannya.Arshy memeluk erat tas ransel kusamnya di depan dada. Di dalam tas itu, selain beberapa helai pakaian sederhana, terdapat seluruh tabungan terakhir panti yang sempat ia kumpulkan bersama Tasya uang senilai satu juta lima ratus ribu rupiah. Harta terakhir yang menjadi penyambung nafas bagi perjuangannya di ibu kota."Jakarta..." gumam Arshy pelan. Matanya menatap deretan gedung menjulang tinggi di kejauhan yang tertutup kabut polusi. Bagi Arshy, gedung-gedung itu terlihat seperti raksasa beton yang siap menelan siapa saja yang lemah.Langkah pertama Arshy dimulai dengan mendatangi sebuah alamat di kawasan Manggarai yang ia dapatkan dari brosur agen penyalur tenaga kerja beberapa minggu lalu. Dengan berbekal peta kertas dan sisa daya p

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 3 s2

    Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Tasya, menghantam dada Arshy bagaikan pukulan benda tumpul. Arshy perlahan melepaskan dekapan anak-anak. Ia berdiri, menatap tidak percaya pada sahabatnya sendirigadis yang tumbuh bersama dirinya di bawah atap yang sama."Tasya, kamu sadar dengan apa yang kamu ucapin?" gumam Arshy, suaranya gemetar menahan amarah yang mendidih."Sadar lah!" balas Tasya setengah berteriak, matanya mulai berkaca-kaca karena frustrasi. "Kamu lihat Bunda Rahayu di rumah sakit? Sampai sekarang kondisinya malah semakin kritis di ICU! Kita butuh biaya banyak buat bayar kamar, obat, sama perawatan Bunda! Daripada kita capek-capek cari uang yang jumlahnya tidak masuk akal cuma buat nebus tanah panti ini, mending kita fokus ke Bunda!"Tasya melangkah maju, mendekati Arshy yang membeku. Ia memegang kedua bahu Arshy, menatap mata sahabatnya dengan tatapan memohon sekaligus putus asa."Ar, sadar, Ar... panti ini sudah bukan hak kita lagi. Kita cuma menumpang!"Plaakkk

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 2 s2

    "Bunda serius, Naka," sela Nayra, menatap putra sulungnya dengan pandangan penuh harap. "Teman-teman Bunda semuanya sudah punya menantu. Bahkan anak Tante Dona yang usianya di bawah kamu, bulan depan mau menikah. Kamu kapan kenalin calon kamu ke rumah?’’"Naka belum mikirin ke sana, Bun. Karir Naka baru dimulai. Banyak kasus besar yang butuh perhatian penuh dari Naka," alasan yang sama kembali diluncurkan Naka bagai tameng."Pekerjaan itu enggak akan ada habisnya, Nakara!" tegas Arga kali ini dengan nada lebih berbobot. "Kamu butuh pendamping. Orang yang bisa menyambut kamu saat kamu lelah pulang kerja, orang yang bisa bikin hidup kamu enggak cuma isinya kertas dan hukum. Ayah sama Bunda gak minta kamu langsung menikah besok, tapi setidaknya bawa satu wanita yang serius sama kamu.""Naka belum menemukan yang cocok, Yah," potong Naka mantap. "Dan Naka enggak mau terburu-buru cuma demi memenuhi ekspektasi orang."Nayra menghela napas panjang, menatap suaminya dengan raut wajah menye

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 1 s2

    Belasan tahun kemudian … Suara ketukan palu hakim menggema kokoh di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Keheningan yang menegang seketika pecah, berganti menjadi bisik-bisik riuh dari para pengunjung, awak media, hingga barisan pengacara yang memadati area belakang. "Menyatakan bahwa Gugatan Wanprestasi yang diajukan oleh Pihak Penggugat ditolak seluruhnya. Dan membebankan seluruh biaya perkara kepada Pihak Penggugat." Di barisan depan meja Tergugat, seorang pria berdiri tegap. Ia merapikan kancing jas hitam disukanya yang membalut bahu tegap dan lebar itu dengan gerakan yang sangat tenang, bahkan cenderung dingin. Wajahnya yang tegas, dengan rahang kokoh dan tatapan mata tajam di balik sorot matanya yang tenang, sama sekali tidak menunjukkan luapan kegembiraan berlebih. Nakara Argantara. Pengacara muda berumur 25 tahun yang dalam tiga tahun terakhir menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawannya di meja hijau. "Kerja bagus, Nakara," bisik rekan senior di

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bonus chapter

    Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden tipis di ruang keluarga rumah megah Arga. Udara pagi terasa sangat sejuk, diiringi aroma minyak telon dan bedak bayi yang khas, memenuhi setiap sudut ruangan. Rumah yang dulunya sepi dan hening itu kini menjelma menjadi istana penuh tawa, riuh, dan kehangatan yang meluap-luap.Di atas sofa panjang yang empuk, Nayra duduk bersandarkan bantal dengan senyuman lembut yang tak pernah pudar dari wajah ayunya. Di kedua lengannya, terbaring dua sosok mungil yang terbungkus bedong kain lembut berwarna pastel. Anak kembar mereka yang baru berusia dua bulan, seorang bayi perempuan cantik bernama Shakira Arunika dan bayi laki-laki tampan bernama Arshaka Sebastian sedang tertidur lelap setelah selesai menyusu."Sayang, kamu tahu, tas tempat pensil warna Naka di mana ya? Kok gak ada di meja belajar?"Suara berat nan hangat Arga memecah keheningan pagi. Pria itu keluar dari arah koridor kamar anak dengan penampilan yang sudah s

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Semoga Gol

    Pikiran-pikiran nakal tentang suara lenguhan semalam kembali berputar di kepalanya, membuat pipi Nayra merona merah di balik kaca helm kelam yang ia kenakan.Tapi berkat kelihaian Arga selap-selip di antara barisan mobil, mereka akhirnya tiba di depan lobi selatan Mall Sentra hanya dalam waktu lima

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Pegangan, Nay!

    Arga melirik ke arah Nayra sekilas, lalu kembali menatap Mbak Dewi. "Iya, betul. Kompleks gedungnya memang bersebelahan langsung dengan area mall.""Wahhh, pas banget! Pucuk dicinta ulam pun tiba, Nayra kecewa mas Arga punm tiba," Mbak Dewi berputar menghadap Arga dengan wajah memelas yang dibuat-

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Kebetulan atau Takdir

    "Pagi juga mbak, permisi ya," jawab laki-laki itu berusaha ramah dan sopan.‘’Iya Mas, hati hati ya. Kalau butuh sesuatu bisa calling me,” kata mbak Dewi bercanda namun sukses membuat laki laki itu bergidik ngeri.Dia segera pamit pergi ke kamar nya, sebelum dia kembali di goda oleh wanita itu.Ber

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Suara aneh

    Krieeet... krieeet..."Eughhh!""Sshhhh..."Mata Nayra langsung terbuka lebar, menatap lurus ke langit-langit kamar yang temaram. Dalam sekejap, rasa kantuk yang tadinya menggelayuti kelopak matanya menguap tanpa bekas.Tubuhnya menegang di balik selimut tipis. Jantungnya mulai bertalu cepat, buk

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status