Alena tidak menyangka kalau Leon benar-benar serius dengan ucapannya. Sepanjang sisa jam kerja, ia masih mengira pria itu hanya berbicara asal demi membujuk Ibu Mira pulang.Namun ternyata...Begitu jam pulang tiba, Leon sudah berdiri di depan mejanya. Lengkap dengan jas yang masih rapi dan kunci mobil di tangannya."Ayo pulang bareng."Alena langsung mengangkat kepala."Hah?""Aku antar.""Tidak usah, Pak. Saya bisa pulang sendiri.""Kan saya sudah janji belikan kamu pakaian.""Ah, tidak perlu. Saya masih punya baju."Leon menggeleng pelan."Aku sudah janji di depan ibuku.""...""Kalau tidak, nanti malam aku tidak bisa tidur karena diomeli."Alena berkedip beberapa kali.Benarkah?Sampai segitunya?Sementara di meja sebelah, Sisca sudah menahan senyum.Wah! Ada yang benar-benar panik."Ayo, Len," ujar Sisca sambil mengedipkan mata. "Kasihan Pak Leon. Nanti beliau tidak bisa tidur.""Sisca!""Aku serius."Alena justru semakin bingung. Namun melihat Leon yang masih berdiri di depannya
Read more