Leon berdiri di depan rak boneka sambil menghela napas untuk kesekian kalinya. Jujur saja, ia tidak pernah menyangka akan berada dalam situasi seperti ini.Selama bertahun-tahun menjalankan perusahaan, ia terbiasa mengambil keputusan bernilai miliaran rupiah.Namun sekarang...Ia bahkan tidak bisa memutuskan harus membeli boneka yang mana.Di depannya berjejer puluhan boneka dengan berbagai ukuran.Beruang.Kelinci.Panda.Kucing.Bahkan ada alpaka berwarna merah muda yang membuat Leon mengernyit."Pak?"Seorang pelayan toko akhirnya mendekat."Ada yang bisa saya bantu?"Leon mengangguk."Saya sedang mencari boneka.""Tentu, Pak."Pelayan itu tersenyum ramah."Untuk anaknya?"Leon langsung menggeleng."Bukan.""Keponakan?""Bukan.""Adik?""Bukan."Pelayan toko mulai bingung."Kalau begitu untuk siapa?"Leon terdiam sejenak, lalu menjawab jujur."Untuk seorang perempuan.""Oh..."Senyum pelayan toko langsung berubah. Ia terlihat jauh lebih semangat."Pacarnya ya, Pak?"Leon kembali me
閱讀更多