Rasanya mendadak nyaman. Juki, pemuda itu merasakan kehangatan dari pelukan istrinya. Rasa sakit dan kecewanya pada keputusan Laras perlahan hilang ketika Nadine menenangkan dirinya. "Tante mendengarnya?" tanya pemuda itu. Karena sebelumnya Juki tidak pernah bercerita soal Laras. "Ya, aku dengar semuanya. Pacarmu memutuskan hubungan kalian, kan?" jawab Nadine. Juki mengangguk pelan. "Tidak usah kamfu fikirkan. Sekarang kamfu fokus fada tujuan hidufmu. Mfungkin kalian fukan jodoh, dan Tuhan sudah menyiafkan jodoh yang lefih faik untukmfu. Fercayalah akan ada hari yang indah untukmfu, Juki!" Kata-kata Nadine memang tidak sempurna karena pengucapan yang kurang jelas, tapi maknanya sangat dalam, dan Juki bisa menerimanya.Pemuda itu mengangkat kepalanya dan menatap wajah Nadine dari dekat. Meskipun dalam kondisi gelap, bola mata Nadine masih memancarkan cahaya yang terpantul dari luar. "Terima kasih banyak, Tante. Jujur, saya melakukan ini juga demi dia. Ayahnya meminta mahar sapi un
Magbasa pa