Beranda / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 27 Rasanya sangat hangat

Share

Bab 27 Rasanya sangat hangat

Penulis: Miss Luxy
last update Tanggal publikasi: 2026-05-20 22:41:58

Laras langsung protes dengan pertanyaan Robi yang sudah menyinggungnya.

"Maksud kamu apa, Bang? Apanya yang bolong?" tanya wanita itu yang masih berada di bawah tubuh Robi.

"Ya kamu! Kamu sudah tidak perawan lagi, iya? Ngaku saja! Siapa yang sudah pertama kali tidur denganmu, Laras? Katakan! Apa si Juki?" jawab Robi dengan kedua matanya yang melotot.

Laras spontan menggelengkan kepalanya. Wanita itu tidak pernah merasa tidur dengan siapa pun, termasuk Juki yang sebenarnya adalah kekasihnya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 156 kau tuduh aku selingkuh?

    Carlota tetap mengelak. "Ya ampun, Nyonya. Beneran saya tidak melihat siapapun apalagi Pak Julian. Tadi saya langsung pulang dan masuk ke dalam mau tidur lagi. Eh, nggak tahunya Nyonya datang lagi. Apa Bu Soraya mengusir Anda? Eh, maksud saya apa dia marah karena Nyonya berani masuk ke rumahnya?" kata Carlota memang sengaja menyindir Ana. "Siapa yang berani marah padaku? Aku tidak takut sama siapa pun termasuk wanita jalang itu. Dia itu perempuan munafik. Kita lihat saja nanti. Aku pasti akan membuatnya mati, aku sangat membencinya!" gerutu Ana dengan wajah serius. Rupanya hal itu cukup membuat Carlota khawatir. Ana pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadap Soraya. Sama halnya dengan yang dilakukannya terhadap Nadine. "Gawat! Pasti perempuan ini sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Bu Soraya. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Semua ini aku lakukan demi Bu Nadine. Wanita ini tidak boleh menguasai Pak Julian. Lewat Bu Soraya, aku yakin sekali dia wanita

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 155 bangkit kembali

    Julian akhirnya pulang ke rumahnya bersama Carlota. Sedangkan Ana, wanita itu masih sibuk berbicara dengan Soraya untuk mencari keberadaan sang suami."Sekarang katakan tidak usah berbelit-belit. Di mana suamiku kamu sembunyikan, katakan!" desak Ana.Soraya nampak tersenyum sambil menyilangkan kedua tangannya."Ya ampun, sudah masuk rumah orang tanpa permisi, sekarang nuduh aku menyembunyikan suamimu. Mau kamu apa sihh, Nyonya? Kalau suamimu pergi ya itu salahmu kenapa kamu nggak gemboknya aja pintu rumahmu. Lagian buat apa aku sembunyikan suami orang!" kata Soraya sambil mengibaskan rambutnya.Ana semakin geram. Entah kenapa ia masih curiga jika Soraya lah yang telah bersama suaminya. Apalagi saat itu Soraya hanya mengenakan lingerie seksi yang sangat terbuka dan tubuhnya nampak keringatan."Bohong! Aku tahu kamu pasti bersama suamiku. Dasar wanita jalang! Kamu goda suamiku dan kamu juga yang sudah merusak rumah tangga orang lain. Aku tidak akan biarkan kamu hidup tenang. Aku pasti a

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 154 habis push up

    Julian membelalakkan matanya saat seorang wanita sedang memanggil dirinya. Lalu dengan cepat pria itu menoleh dan seketika kedua matanya kembali melotot. "Carlota!" panggil Julian. Ya, wanita yang memanggilnya adalah Carlota, pembantu rumah tangganya. "Pak Julian dari mana?" tanya Carlota pura-pura meskipun wanita itu sudah tahu. Apalagi lampu sudah menyala. Dirinya juga bingung bagaimana bisa lampunya menyala dengan sendirinya. Atau kah Soraya memang sengaja melakukan itu demi untuk bersamanya. "Aku! A-aku nggak dari mana-mana," jawab Julian panik. "Kalau nggak dari mana-mana kenapa pak Julian takut? Terus, kenapa bapak keringetan gitu?" tanya Carlota lagi. "Ohhh, iya, ini tadi aku habis olahraga. Ya biasalah ya, kalau habis olahraga pasti keringetan!" jawab Julian sambil mempraktekkan dirinya yang sedang berolahraga dengan menggerakkan kaki dan tangannya. Sebenarnya Carlota ingin sekali tertawa mendengar alasan Julian yang tidak masuk akal. Wanita itu sangat yakin sekali jika

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 153 aku harus pergi

    Suara Ana terdengar di telinga Soraya dan Julian yang ada di ruang tengah. Sementara Ana, wanita itu hampir saja tiba di depan pintu ruang tengah."Suara itu seperti suara Ana!" bisik Julian tampak panik. Soraya sendiri tidak terlalu panik. Kalau pun Ana tahu, itu bagus. Artinya ia akan segera mendapatkan suaminya kembali.Carlota sendiri mulai enggan mengikuti majikannya sampai ke dalam. Wanita itu memilih memutar jalan dan kembali ke luar rumah."Nyonya, saya keluar saja dari sini. Saya takut, bulu kuduk saya menggelinding, eh merinding!" pamit Carlota."Hah! Dasar penakut! Pergi sana!" jawab Ana dengan ketus. Carlota langsung keluar dari ruangan itu dan Ana melanjutkan sendiri perjalanannya. Sementara itu, Julian yang merasa makin tak enak. Pria itu harus segera pergi dari rumah itu sebelum semuanya bertambah runyam. "Aku harus pergi sekarang!" imbuh Julian. Pria itu langsung beranjak dari tubuh Soraya. Segera ia mengambil baju seadanya dan mencari pintu keluar."Mas, kamu mau ke

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 152 dekapan kenikmatan

    Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 151 sangat tergila-gila

    Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status