"Pak... saya udah ajuin cuti buat awal bulan nanti. Di-ACC nggak, Pak?" tanya Rena hati-hati.Geza masih menunduk menelaah berkas yang baru saja disodorkan Rena. Setelah membubuhkan tanda tangan di halaman terakhir, ia membuka laptop dan mengetik beberapa hal tanpa mengangkat kepala.Rena melirik Bastian sebentar, lalu kembali mencoba."Kalau nggak bisa empat hari... satu hari juga nggak apa-apa, Pak."Tetap tidak ada jawaban.Bastian yang sedang bersandar di sofa sambil menyeruput kopi akhirnya ikut menimpali, "Emang lo ngajuin berapa hari, Ren?""Empat."Bastian langsung mendengus. "Anjir, ngimpi. Sengaja ngepasin libur nasional, kan? Biar total seminggu."Rena nyengir tanpa rasa bersalah. "Nah."Baru setelah itu Geza menutup laptopnya, menyerahkan map yang sudah selesai ditinjau, lalu mengangkat pandangan ke arah Rena."Udah saya approve. Kamu bisa cuti," ujar Geza santai.Bastian nyaris menyemburkan kopi yang baru saja diteguknya.Rena pun terpaku beberapa detik. Matanya membulat
اقرأ المزيد