Rupanya, Melawai cukup ampuh mengalihkan suasana meja makan. Bukan lagi soal kasusnya—karena yang benar-benar paham hanya Geza, Tala, dan Bastian—melainkan rancangan mendiang Arka yang menjadi awal mula proyek itu. Dari sana obrolan bergeser ke konsep arsitektur, detail struktur, sampai adu sudut pandang antara arsitek dan orang sipil.Tala ikut mendengarkan, sesekali mengangguk atau menimpali seperlunya. Namun setiap kali kata Melawai kembali disebut, jemarinya tanpa sadar mengerat di bawah meja. Topik mendesak itu, semalam belum tersentuh sama sekali dan biang keroknya jelas si ”naluri biologis” yang sialan itu.Tanpa terasa, waktu bergulir jauh lebih cepat.Arvin dan Bastian yang sedari tadi beberapa kali melirik jam akhirnya memilih lebih dulu keluar menuju mobil. Agenda mereka hari itu terlalu padat jika harus molor.Geza menggendong Sansa hingga ke teras."Hari ini Yaya berangkat sama Tata, ya. Om Eja harus kerja, jadi nggak bisa anter."Di dekat mobil, Arvin dan Bastian sudah b
閱讀更多