"Om, lo tuh mesum banget sih! Bisa gak sih jangan kayak gitu di tempat umum?" protes Hanum berapi-api begitu mereka semua sudah duduk mengitari meja panjang di restoran dekat kantor. Wajahnya masih menyisakan sisa-sisa syok pasca-menonton pertunjukan gratis tadi.Sama syoknya dengan orang-orang yang menyaksikan kejadian itu—Sania, Hanum, Adrian, Jia, Sus Lia, dan tentu saja Sansa.Lengkap.Kurang security saja, pikir Tala miris."Salah?" tanya Geza cuek. Pria itu dengan santai menuangkan air putih ke gelas Tala, sama sekali tidak terlihat terganggu atau malu."Kan istri sendiri.""Itu kantor, Hei! Kantor!" sahut Hanum lagi, gregetan dengan ekspresi lempeng Geza. "Untung Sansa gak lihat.”Terimakasih sus Lia yang sangat bisa gerak cepat di situasi darurat."Itu ruangan istri saya. Kalian harusnya ketuk dulu kalau mau masuk," balas Geza tak mau kalah.Sania yang duduk di ujung meja ikut menyahut pelan sambil meringis. "Udah kali, Pak. Saya udah ketuk tiga kali, tapi bapaknya aja yang ke
閱讀更多