Accueil / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 88- Pekerjaan yang Tertunda

Partager

88- Pekerjaan yang Tertunda

Auteur: Sora Carita
last update Date de publication: 2026-07-14 10:12:41

Ruang kerja Geza berada di lantai sembilan belas, satu area dengan Divisi Residential Development yang dipimpinnya.

Begitu keluar dari lift, Tala langsung disambut deretan ruang rapat berdinding kaca, meja kerja yang nyaris seluruhnya terisi, serta beberapa maket proyek berskala besar di sepanjang koridor. Orang-orang berlalu-lalang membawa drawing set, tablet, dan laptop, sesekali terdengar istilah seperti handover, progress site, hingga value engineering bersahutan dari balik ruang diskusi.

S
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
evi erfika
Lanjut lagi dong thor
goodnovel comment avatar
evi erfika
Spaa suruh cari gara2 datang pagi2 wkwkwkwk
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Sebelum Tiga Tahun   137- Belajar Jadi Kinan

    Sekitar delapan orang duduk mengelilingi meja bundar itu. Dharma, anak kedua dari enam bersaudara, duduk bersama adik-adiknya serta pasangan masing-masing, termasuk Hilman, adik keempatnya. Sementara kakak tertua dan adik paling bungsu bersama anggota keluarga lainnya memilih meja terpisah.Tala mengenali beberapa wajah dari urusan Janitra. Mereka adalah orang-orang yang selama ini ikut menikmati keuntungan dari perusahaan, tetapi justru paling mudah menyudutkannya ketika arah Janitra mulai berubah.Tak heran, baru duduk beberapa menit saja Tala sudah merasa seperti sedang menghadapi meja sidang—bedanya, para “hakim” kali ini datang lengkap bersama pasangan masing-masing.Seorang tante sudah lebih dulu melempar senyum penuh arti."Sudah hampir dua tahun, ya? Kok belum ada kabar baik?"Tala tersenyum kaku. "Iya, Tante. Belum waktunya mungkin.""Sudah periksa, Ta?" tanya yang lain. "Kalau memang mau promil, lebih baik dipersiapkan dari sekarang. Jangan sampai seperti almarhum orang tua

  • Sebelum Tiga Tahun   136- Mantu Kita

    ”...yang di meja itu Tante Dewi. Yang baru datang itu Tante Suri,” Sandra menunjuk dua perempuan berusia sekitar awal empat puluhan yang merupakan mantan istri Dharma.Dharma sendiri sudah hampir enam puluh, tetapi masih tampak gagah dan berwibawa. Tak heran jika setelah ibu Geza meninggal, ia sempat menikah beberapa kali dengan perempuan yang jauh lebih muda. Hebatnya, ia masih bisa tetap akur dengan para mantan istrinya.Ratna pun hampir seusia dengan kedua perempuan yang ditunjuk Sandra.”Mereka masih bisa akur, ya,” kata Tala.Kini hanya Tala dan Sandra yang tersisa di meja. Sandra tak lagi leluasa bergerak dengan perutnya yang besar, sementara Geza mengajak Sansa berkeliling menyapa para undangan.”Karena nikahnya Om Dharma tuh punya tujuan, Ta. Jadi nggak semata-mata nikah doang. Sama Tante Dewi buat bangun kerja sama perusahaan kontraktornya, sama Tante Suri buat suntikan modal. Tapi emang nggak ada yang bertahan lama sih. Cuma sama Tante Ratna aja yang kehitung lama dan bertah

  • Sebelum Tiga Tahun   135- Target Empat Anak

    Sansaya Manisha Rajendra—nama itu tak pernah berhenti disebut sepanjang siang hingga malam ini. Di hari spesialnya, energi bocah itu masih saja penuh. Dengan dress princess yang lebih sederhana, Sansa berlari ke sana kemari, menyapa setiap tamu dengan senyum manisnya."Tala pintar banget ngurus Sansa.""Tala hebat. Padahal gadis, tapi tahu caranya ngurus toddler.""Nggak nyangka Sansa bisa pulih secepat ini. Kalian emang cocok banget. Makasih, ya, Tala dan Geza, udah jagain ponakan kami."Begitulah pujian yang terus Tala terima dari keluarga besar, terutama dari pihak keluarga ibu Geza. Anehnya, berada di tengah mereka justru membuat Tala merasa nyaman dan senang. Membuat energi sosialnya tak cepat redup. Bukan karena pujian yang terus mengalir, melainkan karena pembawaan keluarga itu sendiri—hangat, terbuka, dan apa adanya.Kalau mengingat masa-masa awal mengurus Sansa, rasanya Tala hampir gila.Ia benar-benar clueless soal pengasuhan anak. Semua dipelajarinya sedikit demi sedikit—mul

  • Sebelum Tiga Tahun   134- Mau Pamer

    Acara sore tadi cukup menguras energi sosial Tala. Kini ia sudah berganti gaun yang lebih sederhana, tetapi tetap elegan. Gaun hitam panjang dengan potongan bersih dan detail satin di bagian pinggang membuatnya terlihat anggun tanpa terasa semeriah kostum Queen sebelumnya. Pilihan siapa lagi kalau bukan Geza.Pria itu sendiri sudah berganti tuxedo hitam dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu. Potongannya pas di tubuh, membuat sosoknya terlihat semakin rapi dan menawan.Ini memang hanya ulang tahun anak empat tahun. Namun bagi Tala, semuanya terasa terlalu berlebihan. Dua sesi acara—sore untuk Sansa dan teman-temannya, malam untuk keluarga serta kolega. Dan di keduanya, selain Sansa, sudah pasti Geza dan Tala ikut menjadi pusat perhatian.Tala mengembuskan napas, menatap Geza yang masih berdiri di depan cermin, sibuk merapikan tuxedo hitamnya."Geza, aku rasa ini tuh lebih nurutin maunya kamu deh daripada ngerayain ulang tahun Sansa."Geza hanya meliriknya lewat cermin."Kamu suka bang

  • Sebelum Tiga Tahun   133- Ulang Tahun Sansa

    Dari balik jendela suite yang Geza sewa, Tala mengintip sejenak ke arah taman di bawah.Di sana, hamparan rumput hijau dipenuhi rangkaian mawar putih, peony merah muda, dan hydrangea yang membingkai setiap sudut. Sebuah kastel berwarna gading berdiri megah di tengah taman sebagai latar panggung, sementara lampu-lampu gantung kristal berkilau lembut di antara pepohonan yang mulai diterpa angin sore."...Ini ulang tahun anak empat tahun atau resepsi kerajaan?" gumamnya.Ia menunduk melihat gaun panjang berwarna champagne yang dikenakannya. Roknya mengembang anggun dengan detail bordir bunga, sementara mahkota mungil bertengger di atas sanggul sederhana. Tak jauh berbeda, Geza berdiri beberapa langkah di belakangnya mengenakan setelan putih gading lengkap dengan bow tie hitam. Tidak benar-benar berdandan seperti raja, tetapi cukup membuat siapa pun langsung memahami tema yang mereka usung hari itu.Sementara itu, pusat perhatian sesungguhnya sedang sibuk bercermin."Wah..."Sansa memutar

  • Sebelum Tiga Tahun   132- Cerai Itu Apa?

    Berbeda dengan keluarga besar dari pihak Dharma yang mayoritas menetap di Jabodetabek, keluarga mendiang ibu Geza tersebar di berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta hingga beberapa kota lain, bahkan ada yang menetap di luar negeri. Karena itu, perayaan ulang tahun Sansa menjadi salah satu momen langka yang mempertemukan mereka kembali di Jakarta.Salah satunya Bude Sinta, yang siang itu baru tiba dari Jepang. Tala sengaja menjemputnya langsung ke bandara sesuai permintaan Geza. Sudah hampir setahun mereka tidak bertemu. Selama itu pula, mereka hanya sesekali bertukar kabar atau melakukan panggilan video setiap kali Bude Sinta ingin melihat Sansa."Talaa..." Bude Shinta langsung merengkuhnya dalam pelukan hangat. "Aduh, Bude kangen banget."Tala tertawa pelan, balas memeluk wanita paruh baya itu."Gimana setahun ini?" Bude Sinta mengamatinya dari ujung kepala hingga kaki. "Geza nggak nakal kan? Nggak bikin kamu sedih kan? Kok Bude belum pernah denger kamu ngadu ke Bude?"Tala hanya ters

  • Sebelum Tiga Tahun    6- Ritme Hidup Baru di Tengah Kekacauan

    Tidak ada yang benar-benar tidur nyenyak selama satu bulan terakhir. Duka perlahan mengubah ritme hidup mereka tanpa permisi. Tala terbiasa bangun karena tangisan tengah malam, sementara Geza mulai hafal cara menenangkan Sansaya sebelum anak itu benar-benar histeris. Ada kalanya mereka bergantian me

  • Sebelum Tiga Tahun   5- Tawaran Perlindungan

    “Kamu gila kalau kamu setuju sama ide konyol itu.”Geza menoleh. “Mungkin.”Sebelum membawa Sansaya ke dokter anak, mereka sempat bicara soal hak wali ke pengacara kenalan Geza. Pengacaranya menyarankan satu hal paling konyol untuk menang dan melindungi semuanya.Menikah. Nikah kontrak, lebih tepat

  • Sebelum Tiga Tahun   4- Proposal Tak Terduga

    Mobil Geza melaju membelah kemacetan Jakarta yang terasa jauh lebih menyesakkan dari biasanya. Di kursi penumpang, Tala mencoba menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin, mencari sedikit sisa tenaga yang dia punya.“Temen kamu udah pulang langsung kerja?” tanya Geza tanpa sedikit pun men

  • Sebelum Tiga Tahun   3- Rumah Bagi Sansaya

    Menjaga Sansaya setiap hari ternyata sanggup menguras seluruh kewarasan Tala. Begitu dia terbangun, wajah kuyu dengan lingkaran hitam yang menghias bawah mata langsung menyambutnya.Tala melangkah gontai menuju ruang makan, mengambil segelas air putih, lalu duduk tepat di hadapan Geza. Pria itu suda

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status