Setiap Salsa habis pulang kerja, jika ayahnya belum tidur, maka sang ayah memang selalu menemani Salsa sampai anaknya itu masuk kamar. Namun, si kembar biasanya sudah terlelap. Tumben kali ini gara-gara mimpi mereka terbangun. “Itu namanya mimpi, Sayang,” ucap Salsa. “Tapi itu beneran, Ma. Terus Kenzi dan Kenzo jambak rambut dan dorong paman itu,” adunya lagi. “Tapi kamu jambak rambut aku dan kamu dorong aku dari kasur,” balas kakak kembarnya marah. Kenzo mendekati sang mama lagi, makin dekat. “Lihat ini, Ma. Sakit banget,” omelnya sambil memperlihatkan kepalanya pada sang mama. Salsa langsung mengusap kepala sang anak, takutnya ada benjolan. Dia memeriksa secara detail. Setelah itu, Kenzo langsung menyandarkan punggungnya yang juga sakit karena sempat terjatuh dari kasur. Setelah itu, Salsa menepuk bokong anak sulungnya. “Aman kok, Sayang. Nggak kenapa-napa, kan? Kenzo kuat,” pujinya, membuat anak laki-laki itu tersenyum kepada sang mama. “Iya, Mama. Kenzo memang kuat dan heba
Read more