Share

Chapter 140

Penulis: Atieckha
last update Tanggal publikasi: 2026-08-01 20:28:24
Nathan hanya sekali melirik saja ke arah yang dibilang oleh Raka langsung tahu kalau orang itu adalah orang suruhannya. “Itu Baron,” gerutu Nathan kesal karena jantungnya nyaris copot gara-gara mendengar ucapan Raka yang mengira orang itu adalah orang kiriman pak Darmawan.

“Oia, dia sudah dapat mobil baru. Maaf, Bos.” Raka yang menyadari kesalahannya pun langsung berdiri dan keluar menghampiri orang itu. Baron adalah orang yang akan menjaga Salsa dan kedua anaknya dari jarak aman. Nathan tida
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (11)
goodnovel comment avatar
deviaprilia_rahayu
makasih ya Thor... ditunggu kelanjutaya
goodnovel comment avatar
Eva Fransisca
thanks you Thor ditunggu up kelanjutan
goodnovel comment avatar
Eryani Erlan
aku akan tetap setia menunggu thor...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 244

    “Mana ada mall buka jam segini, sayang? Nanti aja ya, Papa masih mau kerja dulu nih. Kalau Papa nggak kerja nanti ke mallnya cari uang di mana dong?” tanya Nathan, dia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan kedua anak kembarnya.Si kembar kompak mengerucutkan bibirnya dan melipat tangan di depan dada, mereka berlagak sedang marah pada sang papa. Nathan kembali berkata, “mau es krim gak?” tanya Nathan. Seketika itu juga mata si kembar berbinar, “mau, Papa,” jawabnya penuh semangat.“Ayo turun, kita ambil es krim yang banyak,” ajak Nathan. Si kembar akhirnya menggandeng tangan kanan dan kiri sang papa. Mereka menuruni anak tangga. Mereka sudah heboh banget akhirnya bisa makan es krim lagi. Namun setelah freezer dibuka ternyata kosong. “Yach habis,” ucap Nathan. Wajahnya dibuat pura-pura sendu seolah dia sedih karena es krim itu habis. CkSi kembar berdecak. Lalu Kenzo menoleh ke arah sang kakak, “pasti Kak Al ngabisin,” tuduh Kenzo. “Iya. Mau apa kalian?” tantang Alea.Kenzo

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 243

    “Kenapa, Raka?” ulang Nathan lagi. Raut wajahnya langsung tegang, menyiratkan kepanikan yang sulit disembunyikan begitu mendengar suara panik Raka di seberang telepon.“Salah satu anak buah kita ternyata belum kembali, Pak. Entah dia tertangkap sama orang-orang Darmawan sehari sebelum penggerebekan, atau ikut diangkut polisi. Saya cuma khawatir dia nggak punya pilihan lain selain buka suara dan menyebut siapa yang menyuruhnya menyusup ke markas itu,” ujar Raka cemas.Nathan menghela napas berat, Ada aja masalah. “Kenapa dia bisa seceroboh itu?” gumamnya gusar.Melihat raut sang papa yang berubah serius si kembar menatap iba ke arah sang papa, menyadari itu akhirnya Nathan berjalan menjauhi si kembar. Alea yang mengerti situasi langsung sigap naik tangga. Dengan penuh kasih sayang, dia merangkul kedua adik kecilnya itu lalu mengajak mereka turun kembali ke lantai satu agar tidak mengganggu percakapan sang papa.Sementara itu, Nathan melanjutkan bicaranya dengan suara yang kian mengeras

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 242

    “Ya, Tuhan. Markasnya luas dan mewah banget. Padahal dari luar tempat itu kelihatan kayak rumah biasa dan kecil. Gila dia mau bangun rumah bawah tanah,” gumam Nyonya Abimanyu. Meski fokus mereka sudah teralihkan pada deru mobil di depan rumah Salsa, tapi fokus mereka tetap pada layar kaca di depannya.Salsa yang sejak tadi duduk di samping Alea ikut terpaku menatap layar televisi. Dadanya bergemuruh hebat, antara tidak percaya dan lega yang membuncah. Di sebelahnya, Alea bernapas lega sambil memegang dada. Alea sendiri sengaja ditahan di rumah itu—Grandma dan Grandpa-nya sama sekali tidak mengizinkan Alea menginjakkan kaki ke butiknya sebelum ada kabar pasti dari Nathan. Mereka takut kalau gadis ini juga menjadi sasaran empuk orang-orang jahat itu.Sebab di pikiran mereka, Darmawan itu seperti monster yadilumpuhkannyentuh hukum. Menghadapi mafia sekelas dia rasanya mustahil bisa dilumpuhkan. Namun detik ini, di depan mata mereka, kejayaan Darmawan hancur berantakan. Salsa dan Alea tah

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 241

    “Pantau terus semuanya. Aku hanya ingin mendengar kabar baik darimu,” ucap Nathan pada Raka lewat pesan singkat. “Baik, Pak. Sebentar lagi pemberitaan di layar kaca maupun di media akan menggemparkan dunia. Tunggu saja dalam hitungan menit,” jawab Raka lagi. Nathan hanya menarik sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Clara. Dan Nathan tahu kabar apa yang sedang diterima oleh Clara sampai membuatnya syok bukan main. Sementara Clara langsung membungkuk dan menyambar ponselnya di lantai. Tanpa memikirkan penampilannya yang acak-acakan atau melirik Nathan, dia bahkan tidak berpamitan pada Nathan dan memilih untuk berbalik lalu setengah berlari menuju pintu keluar dengan napas tersengal-sengal. Kepanikannya tidak lagi bisa ditutupi. Dia bergegas keluar melewati beberapa staf yang menatapnya heran, lalu langsung masuk ke dalam mobil. Tidak butuh waktu lama sampai mesin menyala dan mobil itu melaju kencang meninggalkan halaman restoran. Sedangkan Nathan tetap berd

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 240

    “Harusnya kamu sudah tahu kalau dari dulu aku tidak pernah mencintaimu. Kamu ini cantik dan masih muda, harusnya kamu bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku. Kamu bisa mendapatkan laki-laki yang tulus mencintai kamu, bukan sepertiku yang sedikit pun tidak punya perasaan apa pun terhadapmu. Mungkin ucapanku memang menyakitkan, tapi inilah kenyataannya, Clara. Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan. Kalaupun dipaksa dilanjutkan, aku yakin kita ujung-ujungnya akan berpisah dengan cara saling menyakiti satu sama lain,” ucap Nathan.Nathan mencoba menahan diri untuk bicara baik-baik dengan wanita di hadapanmu ini. Yang jelas semua masalah di antara mereka harus berakhir sekarang. Namun suara teriakan dari Clara berhasil membuat rahang Nathan mengeras. Wanita ini benar-benar keras kepala.“Aku tidak mauuu!” teriak Clara penuh emosi. Wanita itu sampai berdiri dari duduknya dan menunjuk ke arah Nathan saking tidak terima dengan ucapan pria itu yang memutuskan hubungan mereka s

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 239

    “Kenapa? Kenapa kamu harus berbohong sama aku? Kenapa, Nathan? Aaaarrrhhhhhhh!”Bugh! Bugh! Bugh!Pukulan Clara mendarat bertubi-tubi di dada Nathan. Suara pukulan itu beradu dengan napasnya yang memburu, tapi Nathan sama sekali tidak bergeming. Dia berdiri mematung, membiarkan setiap ayunan tangan Clara menghantam tubuhnya tanpa berniat menangkis sedikit pun.Restoran langganan mereka yang buka 24 jam ini terasa sepi dan berbeda di sudut VIP tempat mereka berada. Biasanya, di meja inilah Clara selalu memanggil Nathan jika ada urusan penting yang mendesak. Tapi pagi ini, tempat yang biasanya menyimpan percakapan bisnis dan obrolan sepihak itu seketika berubah jadi ruang eksekusi untuk harga diri Clara.Emosi Clara sudah di puncak kepala. Ulu hatinya terasa sakit seperti diiris senjata tajam, matanya merah menahan panas yang menjalar sampai ke kepala. Senjata utama yang paling menghancurkannya bukan cuma fakta bahwa si kembar itu ada, tapi kenyataan pahit di belakangnya. Clara ingat be

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status