Hari mulai beranjak petang. Seharian ini Dominic mengajak Catriona berkeliling Barbara. Hampir semua toko mereka datangi.Mulai dari butik pakaian, toko perhiasan, sepatu, tas, pakaian dalam, hingga berbagai toko lainnya. Seolah belum puas, jika perlu Dominic bahkan akan mengajaknya berbelanja ke seluruh penjuru dunia.Catriona hanya bisa mengikuti semua keinginan Dominic. Entah sudah paper bag ke berapa yang memenuhi mobil mereka. Yang jelas, kini bagasi hingga kursi belakang sudah sesak oleh barang-barang belanjaan."Cukup, Dominic. Kakiku sudah hampir patah!" keluh Catriona sambil memijat betisnya yang terasa pegal."Kita istirahat dulu!" pintanya sambil mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Ia segera berjalan ke sebuah bangku di bawah lampu jalan dan menjatuhkan tubuhnya di sana.Anehnya, Dominic sama sekali tidak terlihat kelelahan. Begitu pula Mark yang sejak tadi setia mengikuti mereka."Ini baru setengahnya, Caty," ucap Dominic santai."Hah? Apa kau sudah gila? Kau benar-b
Read more