Begitu keluar dari pesawat, hembusan angin laut yang hangat langsung menyambut mereka. Langit Pulau Milos begitu cerah, laut biru berkilauan diterpa matahari, sementara deretan rumah bercat putih dengan kubah-kubah biru menjadi latar yang nyaris sempurna bagi hari yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan.Dominic turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya. Tanpa memberi kesempatan untuk menolak, ia menggenggam tangan Catriona dan menuntunnya menuruni tangga pesawat."Selamat datang di Pulau Milos, Tuan Dominic dan Nona Catriona!" sambut Camaro penuh semangat sambil mengalungkan rangkaian bunga putih di leher mereka."Selamat datang di Pulau Milos, pasangan pengantin kami," tambah Adena dengan senyum lebar seraya menyerahkan segelas minuman khas pulau itu.Catriona membalas dengan senyum yang dipaksakan. Bibirnya tersenyum, tetapi hatinya sama sekali tidak. Ia terus mengingat pesan Dominic selama perjalanan.Jangan sampai ada yang curiga."Perkenalkan, saya Adena. Mari, Nona
더 보기