“Lo sakit?””Nggak, pinggang gue aja yang nyeri kebanyakan duduk nonton drakor,” kilah Naila saat Agus bertanya, mereka mengantri kopi untuk menyegarkan mata yang terasa lelah. Padahal masih pagi, jam kerja juga belum dimulai.“Nonton bisa sambil tiduran, kan?””Bisa, tapi gue takut ketiduran, eh hari ini parfum lo beda?” Naila mengalihkan pembicaraan sambil mendekat ke arah Agus agar bisa mencium parfum pria itu lebih jelas, “iya, beda. Ganti parfum?”Agus tersenyum lebar karena Naila menyadari hal itu, “iya,” meskipun ia sudah dari seminggu lalu mengganti parfumnya, “ini parfum yang pernah lo rekomen bulan lalu ke gue.””Pantes wanginya familiar, mantan gebetan gue dulu pake parfum ini,” Naila tertawa santai, “wanginya enak, makanya gue suka ndusel-ndusel ke dia dulu.””Sini, ndusel-ndusel ke gue kalau lo kangen mantan gebetan,” Agus membuka kedua tangannya.”Ogah, tapi bener, sih, dulu gue suka banget peluk-peluk dia buat cium parfumnya.””Nah, peluk gue juga boleh, Nai,” Agus meng
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-25 Mehr lesen