Dia menatap ke luar jendela. Di luar, hari baru saja menjelang, kelabu dan suram, seperti hidupnya. Kebun itu tampak sedih, pepohonan gundul, rumput menguning karena musim dingin. Dia ingat betapa dia dulu sangat menyukai berkebun. Menanam bunga, mencabut gulma, merasakan tanah di bawah jari-jarinya. Alexandre menganggapnya konyol. "Itu untuk para pensiunan," katanya. Jadi dia berhenti. Sama seperti dia berhenti melukis, membaca, dan bermimpi.Dia menyesap kopi lagi, matanya tertuju pada kursi kosong di seberangnya. Kursi itu miliknya, tempat dia duduk setiap pagi, telepon di tangan, pandangannya ke tempat lain. Dia tidak pernah mendudukinya, bahkan ketika dia tidak ada di sana. Itu tempatnya. Dia punya tempatnya sendiri. Tempat yang telah ditentukan, tempat yang tidak dia pilih dan dari mana dia tidak bisa pindah.Dia memikirkan semua yang telah hilang. Teman-temannya, kariernya, kebebasannya. Semangat hidupnya, spontanitasnya, kepercayaan dirinya. Dia telah menjadi bayangan, hantu,
Last Updated : 2026-05-13 Read more