“Mama kamu selingkuh lagi,” bisikku.Kiara tersenyum kecil dengan menggigit bibirnya. “Itu artinya Om mau hukum aku lagi?”Aku menggeleng. “Gak sekarang, tapi nanti.”Kiara mengangguk cepat, lalu tiba-tiba ia berjinjit, kedua tangannya mengalung di belakang leherku. Sebuah kecupan singkat mendarat di bibirku, kemudian pada kedua pipiku berkali-kali.“Kamu temani Celine, Mama kamu lagi sakit,” sanggahku sembari melepas rangkulannya di leherku.Kiara melotot. “Mama sakit?!”Reaksinya sama seperti ART tadi.“Cuma demam.”Kiara menghela napas lega. “Aku ke kamar Mama dulu. Om tunggu di sini, jangan bandel, jangan lirik-lirik Kak Celine, nanti dia kira Om suka sama dia.”Aku tertawa kecil, terserah saja Kiara mau ngomong apa. Selama dia tidak tahu apa yang terjadi antara diriku dan kakaknya, maka semuanya baik-baik saja.Aku melangkah menuju dapur hendak mengambil air, tapi di sana ada Celine berdiri kaku menatapku seperti orang bingung.“Abis bikin apa Sayang?” tegurku lembut, kudekati ga
Baca selengkapnya