Share

Bab 24 Anak Pungut

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-06-02 14:18:16

"Haikal, kenapa kamu bersikap kasar? Alya hanya berharap penjelasan yang lebih detail!"

Suara itu berasal dari Naura yang kebetulan lewat dan mendengar pertengkaran Haikal dan Alya.

"Jangan membuatnya salah paham kalau memang kamu tidak punya perasaan apa pun pada Lea."

Naura mendekat, ia berdiri di sisi Alya yang kini matanya berkabut. Ia yang biasanya manja di hadapan Haikal harus menerima bentakan yang bahkan orang tuanya saja tidak pernah melakukan itu.

Haikal menarik napas dalam, berus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 204 Demi Gadis Itu?!

    Varel menyaksikan semua kejadian itu bersama murid-murid lainnya, ia tersenyum miring, sikutnya bertopang di pundak Ezra. "Apa kali ini Haikal dan Naura benar-benar tidak akan lolos?"​Ezra mengusap tengkuknya, merespons dengan ragu. "Kurasa Zayn tetap akan memberi Naura pengampunan lagi seperti biasanya."​Varan hanya berdiri mematung dengan wajah dingin. Tatapannya tertuju pada Naura yang mulai diseret pengawal."Untuk apa? Kalau Naura bukan anak yang Zayn maksud, dia tidak punya lagi tiket istimewa untuk mendapat pengampunan dari Zayn." Kalimat Varan terdengar cukup masuk akal, Zayn tidak akan mentolerir seseorang yang sudah berbuat buruk padanya apalagi dengan membohonginya. ​Ezra menyela cepat, raut wajahnya berubah cemas. Dan ia masih ragu dengan keputusan yang akan diambil Zayn. "Apa menurut kalian Naura selama ini berbohong? Apa Zayn sudah tahu yang sebenarnya? Tapi sejak awal Haikal yang memberi tahu Zayn kalau anak yang menolongnya dulu itu Naura--"​Varel menautkan alisn

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 203 Seret ke Kantor Polisi

    Azalea terbatuk pelan, memuntahkan sisa air laut dari tenggorokannya. Begitu kelopak matanya mengerjap menyesuaikan cahaya, Zayn langsung merengkuh tubuhnya yang dingin. Pria yang biasanya selalu tenang dan terkendali itu memeluk Azalea begitu erat. Ada getaran tipis pada jemari Zayn saat mengusap kepala Azalea, memperlihatkan betapa paniknya ia saat hampir kehilangan gadis itu."Lea--" Azalea bisa mendengar degup jantung pemuda itu yang begitu cepat. "Aku tidak apa-apa, Zayn," ucap Azalea yang masih menyandarkan kepalanya, ia berusaha terlihat baik-baik saja hanya agar Zayn kembali tenang. Beberapa saat mereka bertahan di posisi yang sama hingga saling tenang dan Zayn melepaskan gadis itu dari dekapannya. "Istirahatlah dulu," titahnya. ​Setelah memastikan Azalea aman bersandar pada salah satu kru kapal, Zayn perlahan bangkit. Tatapannya langsung tertuju pada Haikal dan Naura yang masih berdiri dengan raut panik. ​Brak!​Tanpa memberi kesempatan untuk menghindar, tangan besar Za

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 202 Napas Buatan

    Tangan Zayn beralih, ​ibu jarinya bergerak perlahan, mengusap sudut bibir Azalea lalu menekan pelan bibir yang terasa lembut dan lembab itu. Tatapan Zayn intens ke sana, seolah ingin menikmatinya namun masih menahan diri. ​"Tapi, siapa tahu apa yang akan Haikal katakan menguntungkanmu," pangkas Azalea pelan, mencoba membujuk Zayn untuk membiarkannya pergi dan mencari informasi. "Mungkin ini ada hubungannya dengan Naura? Kamu sendiri lihat kan perubahan raut wajah Haikal di luar tadi saat melihatmu dan Naura? Sepertinya dia cemburu." ​Mendengar nama Haikal dan Naura disebut, sorot mata Zayn berubah dingin. Kelembutan yang tadinya menghiasi wajah tampannya memudar, berganti dengan senyum miring. ​"Raut wajah Haikal bukan urusanmu," tegas Zayn pelan namun dingin. Ia menangkup kedua pipi Azalea, memaksa gadis itu menatap ke arahnya. "Tugasmu di sini cuma satu ... nikmati liburanmu, dan tetap berada di jangkauanku. Paham?" Kalimat penuh penekanan itu jelas membuat Azalea merasa teri

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 201 Paham?!

    ​"Jangan bergerak. Biarkan begini sebentar," bisik Zayn rendah. Embusan napas hangatnya menyapu ceruk leher Azalea membuat gadis itu merinding geli.​Azalea berusaha melepas cengkeraman tangan Zayn di pinggangnya, namun tenaga Zayn jauh lebih kuat. "Zayn, lepas. Nanti ada yang lihat."​"Biarkan saja," jawab Zayn santai. Bukannya melepas, pemuda itu justru makin menyandarkan dagunya di bahu Azalea, menikmati aroma tubuh gadis itu yang selalu berhasil menenangkan pikirannya yang riuh. "Kenapa lari, hm?"​"Aku tidak lari. Cuma ingin istirahat sebentar, sebelum kita sampai," alih Azalea. Tatapannya mengarah keluar, melihat birunya air laut di kejauhan. Ia coba bersikap datar dan biasa saja, gengsi membuatnya enggan bicara jika ia tidak suka Zayn dekat-dekat dengan wanita lain. ​Zayn terkekeh pelan. Suara tawanya yang berat dan dekat di telinga Azalea terasa begitu intim. Sejak tadi Azalea lebih kalem dan diam, Zayn yakin ada yang aneh dari gadisnya. ​"Bicara padaku, Lea," bujuk Zayn lem

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 200 Dekapan Zayn di Kapal

    Azalea menyambut uluran tangan Zayn, merasakan hangat jemari pemuda itu saat menuntunnya keluar dari bus. Begitu melangkah turun, embusan angin laut yang segar langsung menyapa wajah mereka. ​Di dermaga, kapal pesiar berukuran sedang milik keluarga Adinata sudah berlabuh anggun. Varan, Varel, dan Haikal tampak menunggu tak jauh dari dermaga utama. Kedatangan kapal megah itu disambut sorak-sorai antusias dari teman-teman sekelas Azalea yang tak sabar ingin segera memulai liburan. ​Sebelum rombongan benar-benar naik ke atas kapal, sebuah mobil mewah berhenti di ujung dermaga. Naura turun diantar sopirnya dan berjalan cepat setengah berlari menghampiri mereka. ​"Zayn!" Suara melengking itu memecah riuh angin dermaga. ​Zayn refleks melepas genggaman tangannya pada Azalea saat Naura menghambur memeluknya. "Tunggu aku!" panggil Naura manja. ​Momen itu terekam jelas oleh semua siswa di sana. Teman-teman Azalea yang semula mengira hubungan Zayn dan Azalea makin dekat, kini kemba

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 199 Uluran Tangan Zayn

    ​"Tanda hitam itu tahi lalat hidup. Kata dokter, kalau dibiarkan tanda itu akan terus membesar," Lanjut Zayn cepat. "Jadi dengan pertimbangan medis, Kakek membawaku ke rumah sakit untuk membuangnya. Fasilitas dan peralatan di rumah sakit itu sangat bagus, sebab itu bisa hilang tanpa bekas."​Azalea terpaku, napasnya tertahan di dada. Seluruh teka-teki yang selama ini membingungkan akhirnya terpasang sempurna.​"Tapi... Naura..." Zayn menggantung kalimatnya, suaranya mendadak ragu. "Naura punya bekas luka di kening kirinya. Dia mengaku kalau dialah anak kecil yang menolongku."​Azalea meyakinkan Zayn, suaranya terdengar begitu tenang namun penuh penekanan. "Sekarang kamu bisa selidiki lebih dalam dan ingat-ingat lagi di mana kamu mengalami kecelakaan itu. Jika nanti semua fakta yang kamu dapatkan sesuai dengan ceritaku tadi, berarti Naura sepenuhnya berbohong."​Zayn meremas jemarinya sendiri. Pikirannya mendadak kacau. Dulu, ia bukan hanya percaya karena klaim sepihak Naura dan beka

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 2 Peraturan Pertama, Harus Tahu Siapa Yang Harus Kamu Layani

    Pemilik kontrakan itu pergi dengan langkah menghentak dan lirikan sinis. "Ibu," Azalea menghampiri ibunya. Suara sang putri membuat Dina buru-buru bangkit dan mengusap air matanya. "Lea? Kamu sudah pulang?" ucapnya gugup sambil memaksakan senyum. "Lea sudah pulang dari tadi." Lea mengus

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 1 Jadi Babu Raja Sekolah

    "Tuan muda, bagaimana caramu akan menghukum gadis beasiswa miskin ini?" Suara itu membuat jantung Azalea serasa mau copot. Meski siswa itu bicara dengan nada rendah, ucapannya sarat cibiran untuk memojokkan Azalea. Takut-takut Azalea mendongakan wajahnya, menatap sosok anak lelaki yang kini berd

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status