หน้าหลัก / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 23 Perjodohan Cucu Keluarga Adinata

แชร์

Bab 23 Perjodohan Cucu Keluarga Adinata

ผู้เขียน: Ratu As
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-01 08:35:12
Zayn tersenyum miring. Tatapannya pada Azalea dan Alvano begitu dingin hingga membuat mereka serba salah.

"Itu bukan urusanmu, Lea. Menyingkir dari jalanku," titah Zayn dengan suara rendah namun terdengar dingin dan menakutkan.

Azalea berdeham, menyadari jika posisinya berada di tengah jalan. Ia pun bergeser dan memberi jalan Zayn seluas-luasnya.

Pemuda itu kembali berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Sementara Azalea dan Alvano saling tatap.

"Zayn memang sulit ditebak," gumam Azalea. Ia
Ratu As

Selamat membaca 😁 Siapa nih yang udah baca sampai sini? boleh komen ya 🙏💃💪

| 4
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Asy Nahak
aku..klo bisa bacanya sampai tamat jgn ke ongoin Beki jdi MLS mo baca..
goodnovel comment avatar
Sri Rahayu
Alhamdulillah
goodnovel comment avatar
Rosita Han
ceritanya bagus, selalu penasaran dengan bab selanjutnya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 204 Demi Gadis Itu?!

    Varel menyaksikan semua kejadian itu bersama murid-murid lainnya, ia tersenyum miring, sikutnya bertopang di pundak Ezra. "Apa kali ini Haikal dan Naura benar-benar tidak akan lolos?"​Ezra mengusap tengkuknya, merespons dengan ragu. "Kurasa Zayn tetap akan memberi Naura pengampunan lagi seperti biasanya."​Varan hanya berdiri mematung dengan wajah dingin. Tatapannya tertuju pada Naura yang mulai diseret pengawal."Untuk apa? Kalau Naura bukan anak yang Zayn maksud, dia tidak punya lagi tiket istimewa untuk mendapat pengampunan dari Zayn." Kalimat Varan terdengar cukup masuk akal, Zayn tidak akan mentolerir seseorang yang sudah berbuat buruk padanya apalagi dengan membohonginya. ​Ezra menyela cepat, raut wajahnya berubah cemas. Dan ia masih ragu dengan keputusan yang akan diambil Zayn. "Apa menurut kalian Naura selama ini berbohong? Apa Zayn sudah tahu yang sebenarnya? Tapi sejak awal Haikal yang memberi tahu Zayn kalau anak yang menolongnya dulu itu Naura--"​Varel menautkan alisn

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 203 Seret ke Kantor Polisi

    Azalea terbatuk pelan, memuntahkan sisa air laut dari tenggorokannya. Begitu kelopak matanya mengerjap menyesuaikan cahaya, Zayn langsung merengkuh tubuhnya yang dingin. Pria yang biasanya selalu tenang dan terkendali itu memeluk Azalea begitu erat. Ada getaran tipis pada jemari Zayn saat mengusap kepala Azalea, memperlihatkan betapa paniknya ia saat hampir kehilangan gadis itu."Lea--" Azalea bisa mendengar degup jantung pemuda itu yang begitu cepat. "Aku tidak apa-apa, Zayn," ucap Azalea yang masih menyandarkan kepalanya, ia berusaha terlihat baik-baik saja hanya agar Zayn kembali tenang. Beberapa saat mereka bertahan di posisi yang sama hingga saling tenang dan Zayn melepaskan gadis itu dari dekapannya. "Istirahatlah dulu," titahnya. ​Setelah memastikan Azalea aman bersandar pada salah satu kru kapal, Zayn perlahan bangkit. Tatapannya langsung tertuju pada Haikal dan Naura yang masih berdiri dengan raut panik. ​Brak!​Tanpa memberi kesempatan untuk menghindar, tangan besar Za

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 202 Napas Buatan

    Tangan Zayn beralih, ​ibu jarinya bergerak perlahan, mengusap sudut bibir Azalea lalu menekan pelan bibir yang terasa lembut dan lembab itu. Tatapan Zayn intens ke sana, seolah ingin menikmatinya namun masih menahan diri. ​"Tapi, siapa tahu apa yang akan Haikal katakan menguntungkanmu," pangkas Azalea pelan, mencoba membujuk Zayn untuk membiarkannya pergi dan mencari informasi. "Mungkin ini ada hubungannya dengan Naura? Kamu sendiri lihat kan perubahan raut wajah Haikal di luar tadi saat melihatmu dan Naura? Sepertinya dia cemburu." ​Mendengar nama Haikal dan Naura disebut, sorot mata Zayn berubah dingin. Kelembutan yang tadinya menghiasi wajah tampannya memudar, berganti dengan senyum miring. ​"Raut wajah Haikal bukan urusanmu," tegas Zayn pelan namun dingin. Ia menangkup kedua pipi Azalea, memaksa gadis itu menatap ke arahnya. "Tugasmu di sini cuma satu ... nikmati liburanmu, dan tetap berada di jangkauanku. Paham?" Kalimat penuh penekanan itu jelas membuat Azalea merasa teri

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 201 Paham?!

    ​"Jangan bergerak. Biarkan begini sebentar," bisik Zayn rendah. Embusan napas hangatnya menyapu ceruk leher Azalea membuat gadis itu merinding geli.​Azalea berusaha melepas cengkeraman tangan Zayn di pinggangnya, namun tenaga Zayn jauh lebih kuat. "Zayn, lepas. Nanti ada yang lihat."​"Biarkan saja," jawab Zayn santai. Bukannya melepas, pemuda itu justru makin menyandarkan dagunya di bahu Azalea, menikmati aroma tubuh gadis itu yang selalu berhasil menenangkan pikirannya yang riuh. "Kenapa lari, hm?"​"Aku tidak lari. Cuma ingin istirahat sebentar, sebelum kita sampai," alih Azalea. Tatapannya mengarah keluar, melihat birunya air laut di kejauhan. Ia coba bersikap datar dan biasa saja, gengsi membuatnya enggan bicara jika ia tidak suka Zayn dekat-dekat dengan wanita lain. ​Zayn terkekeh pelan. Suara tawanya yang berat dan dekat di telinga Azalea terasa begitu intim. Sejak tadi Azalea lebih kalem dan diam, Zayn yakin ada yang aneh dari gadisnya. ​"Bicara padaku, Lea," bujuk Zayn lem

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 200 Dekapan Zayn di Kapal

    Azalea menyambut uluran tangan Zayn, merasakan hangat jemari pemuda itu saat menuntunnya keluar dari bus. Begitu melangkah turun, embusan angin laut yang segar langsung menyapa wajah mereka. ​Di dermaga, kapal pesiar berukuran sedang milik keluarga Adinata sudah berlabuh anggun. Varan, Varel, dan Haikal tampak menunggu tak jauh dari dermaga utama. Kedatangan kapal megah itu disambut sorak-sorai antusias dari teman-teman sekelas Azalea yang tak sabar ingin segera memulai liburan. ​Sebelum rombongan benar-benar naik ke atas kapal, sebuah mobil mewah berhenti di ujung dermaga. Naura turun diantar sopirnya dan berjalan cepat setengah berlari menghampiri mereka. ​"Zayn!" Suara melengking itu memecah riuh angin dermaga. ​Zayn refleks melepas genggaman tangannya pada Azalea saat Naura menghambur memeluknya. "Tunggu aku!" panggil Naura manja. ​Momen itu terekam jelas oleh semua siswa di sana. Teman-teman Azalea yang semula mengira hubungan Zayn dan Azalea makin dekat, kini kemba

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 199 Uluran Tangan Zayn

    ​"Tanda hitam itu tahi lalat hidup. Kata dokter, kalau dibiarkan tanda itu akan terus membesar," Lanjut Zayn cepat. "Jadi dengan pertimbangan medis, Kakek membawaku ke rumah sakit untuk membuangnya. Fasilitas dan peralatan di rumah sakit itu sangat bagus, sebab itu bisa hilang tanpa bekas."​Azalea terpaku, napasnya tertahan di dada. Seluruh teka-teki yang selama ini membingungkan akhirnya terpasang sempurna.​"Tapi... Naura..." Zayn menggantung kalimatnya, suaranya mendadak ragu. "Naura punya bekas luka di kening kirinya. Dia mengaku kalau dialah anak kecil yang menolongku."​Azalea meyakinkan Zayn, suaranya terdengar begitu tenang namun penuh penekanan. "Sekarang kamu bisa selidiki lebih dalam dan ingat-ingat lagi di mana kamu mengalami kecelakaan itu. Jika nanti semua fakta yang kamu dapatkan sesuai dengan ceritaku tadi, berarti Naura sepenuhnya berbohong."​Zayn meremas jemarinya sendiri. Pikirannya mendadak kacau. Dulu, ia bukan hanya percaya karena klaim sepihak Naura dan beka

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status