Belum sempat rasa terkejutnya reda, Ivy kembali dibuat terpaku. Dia melihat wanita tua yang dipanggil Nainai itu perlahan membuka matanya."Dewa..." lirih wanita tua itu lemah. "Kamu pulang, Nak.""Iya, ini aku, Nai. Kenapa bisa sampai sakit begini? Aku kan sudah bilang, jangan terlalu memikirkan apa pun," kata Dewa, suaranya melembut, sangat berbeda dari biasanya."Bagaimana bisa Nainai tidak memikirkan kamu, Wa? Nainai khawatir, apalagi orang itu..." Soraya-nama nenek Dewa tersebut-menggantung kalimatnya. Pandangannya tiba-tiba teralih pada sosok gadis yang berdiri di dekat cucunya."Dia... dia siapa, Dewa?" tanya Soraya, menatap Ivy yang seketika salah tingkah karena menjadi pusat perhatian.Dewa menggenggam tangan Ivy, lalu menjawab dengan tegas, "Dia calon tunangan Dewa, Nai. Namanya Ilona Ivy.""Apa?!" seru Soraya dan Ivy kompak.Di dalam kepalanya, Ivy serasa dihantam kenyataan mengejutkan. Ingatannya mendadak berputar, melemparnya kembali pada momen saat Kinan pernah mengataka
Read more