Ivy makan dengan lahap, dia sampai menambah dua kali. Cita rasa sayur sop tersebut sangat mirip dengan buatan Lilia."Emm .. enak, Tante. Enak cekali, becok, becok, becoknya lagi. Macakin Ivy ya!" seru Ivy dengan mata berbinar.Ratih tersenyum tipis, suasana di dalam unit rusun yang sempit itu mendadak terasa begitu hangat. Ivy benar-benar membuktikan ucapannya kalau urusan makanan dia adalah nomor satu."Syukurlah, kalau Ivy suka. Ayo, habiskan. Ayam dan sayurnya masih ada, kalau mau Ivy bisa bawa pulang buat makan malam.""Gak usah, Ratih. Merepotkan," sahut Nathan, Ivy yang mendengar itu pun seketika cemberut."Daddy," rengek Ivy, Kael dan Ciko hanya memperhatikan saja. Mereka makan dalam diam dengan tenang.Kael pun mengakui jika masakan Ratih sangat enak, mirip dengan sang Mommy. Tapi, bagi Kael tetap masakan Lilia yang terenak.Siang itu, rusun tersebut penuh dengan kehangatan yang tak pernah terbayangkan.Tak terasa sore pun tiba, Nathan pamit untuk pulang setelah Ivy terbangun
Read more