Setelah makan malam selesai, para anak muda mulai memisahkan diri ke sudut taman lain. Di meja utama, kini tinggal Lilia, Kaivan, dan keluarga besar Dewa—tentu saja dengan Dewa dan Ivy yang duduk berdampingan dengan kecanggungan yang membumbung tinggi."Begini, Nyonya Lilia ... Pak Kaivan," buka ibu Dewa yang bernama Naumi dengan nada suara anggun dan sopan.Lilia terkekeh pelan, merasa tak enak hati. "Aduh, Mbak Naumi ... tidak usah panggil 'Nyonya', dipanggil Lilia saja. Biar lebih akrab.""Baiklah, Lilia," Naumi tersenyum hangat, lalu melirik suaminya, Alex.Di sebelah mereka, Nainai Soraya menatap Ivy dengan mata berbinar-binar penuh kebanggaan. Nenek nyentrik itu bahkan sudah tidak sabar ingin memamerkan calon cucu menantu yang cantik itu pada teman-teman sosialitanya."Kedatangan kami kemari bermaksud baik. Kami ingin meminang putri Anda, Ilona Ivy, untuk menjadi menantu sekaligus cucu di keluarga Hadikusumah," lanjut Naumi mantap.Di sudut lain, Ezra yang menguping pembicaraan
Read more