Bab.21Sepanjang malam Nora tidak bisa tidur, sesekali dia melirik ke arah suaminya yang tertidur lelap."Si Papi, malah pulas tidurnya. Bukannya kasih jawaban malah menggantung gini," gumam Nora, dia memeluk gulingnya dengan erat mencoba meredam amarah.Tanpa Nora sadari itu yang selalu Lilia rasakan setiap malam.Pagi pun tiba, Nora bangun kesiangan karena semalam dia tak bisa tidur sama sekali. Memikirkan pesan yang di kirim pada ponsel suaminya.Tak ada Darian di sampingnya, Nora menebak pasti sudah berangkat. Dia bergegas membersihkan diri, lalu setelah selesai turun ke bawah hanya ada Amara."Mara, Papi mana? Gak sarapan?" tanya Nora, Amara menatap sang Ibu dengan dahi berkerut."Aku kira Papi masih di kamar, dari tadi aku sendiri." Balas Amara, membuat Nora terkejut."Ka-kamu yakin, Mara?" "Iya, Mi. Sejak aku turun gak ada Papi, kata Bibi juga gak melihat Papi keluar." Ujar Amara.Nora terduduk, dia mengusap wajahnya dengan kasar menatap makanan yang Darian bawa semalam."Kena
Read more