Kaivan menatap pantulan dirinya di cermin besar. Ia mengenakan kemeja berwarna hitam dengan potongan slim fit yang membungkus tubuh atletisnya dengan sempurna. Lengan kemeja itu ia gulung sedikit hingga ke siku, memperlihatkan jam tangan perak yang melingkar elegan di pergelangan tangannya.Ia merapikan kerah kemejanya, memastikan tidak ada lipatan yang mengganggu. Kemeja hitam itu selalu menjadi warna keberuntungannya, tapi malam ini, ia merasa warna itu juga memberinya keberanian lebih.Kaivan mengembuskan napas panjang, mencoba membuang sisa-sisa kegugupan yang masih bersarang di dadanya. Tepat saat itu, pintu kamar terbuka. Maria muncul, menatap putranya yang sudah cukup lama menyendiri itu dengan binar haru. Malam ini, Maria tampak begitu elegan dalam balutan kebaya modern."Kamu tampan sekali malam ini, Nak," bisik Maria pelan. Ia melangkah mendekat, merapikan sedikit kerah kemeja hitam Kaivan. "Mama seperti melihat mendiang Papamu..." lanjutnya lagi dengan suara serak yang tert
Read more