"Satria! Kenapa kamu terima undangan itu?!" seru Liana panik, kedua tangannya mencengkeram kerah kemeja kasual Satria. "Kamu enggak tahu seberapa bahayanya rumah keluarga Dinata? Itu kandang macan, Sat! Mereka pasti sudah menyiapkan jebakan buat kamu di sana!"Satria hanya tersenyum tipis, merengkuh kedua pergelangan tangan Liana dengan lembut dan melepaskan cengkeraman gadis itu dari kerahnya. Dengan sekali tarikan halus, dia membawa tubuh ramping Liana ke dalam dekapan hangatnya di atas kursi mobil."Kandang macan ataupun bukan, Li... bagi seekor naga, itu tidak ada bedanya," bisik Satria dengan nada penuh wibawa di telinga Liana. "Justru bagus kalau mereka mengundang saya secara resmi. Ini artinya... mereka sudah mulai merasa terancam dengan keberadaan saya di samping kamu."Liana menyandarkan wajahnya di dada bidang Satria, membiarkan detak jantung pemuda yang stabil itu menenangkan gejolak di dalam dadanya. "Tapi kamu harus janji sama aku, Sat... besok malam, aku ikut menemani ka
Last Updated : 2026-07-18 Read more