مشاركة

Bab 24

مؤلف: Hisa NK
last update تاريخ النشر: 2026-07-18 01:12:44

"Meja terbaik di restoran ini cuma buat orang yang punya kontribusi nyata di Jakarta, bukan buat pendatang yang cuma modal dompet tebal titipan orang tua."

Rendy menarik kursi beludru abu-abu di area semi-privat restoran bintang lima itu dengan gerakan kasar, sengaja menciptakan bunyi gesekan yang cukup nyaring di atas lantai marmer. Dia melepas kacamata hitamnya, melemparnya ke atas meja kaca bundar yang sudah ditata rapi dengan peralatan makan perak berkilau.

Satria hanya tersenyum tipis, mem
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 56

    "Semua jejak penyusupan Sovereign Crown di bursa efek sudah bersih total, Mbak Li. Bahkan perwakilan resmi mereka di London baru saja merilis pernyataan maaf dan menarik seluruh klaim investasi mereka di Asia Pasifik," ujar Vanya Cedric dengan jemari yang menari lincah di atas papan ketik laptop khususnya.Mereka bertiga kini berada di dalam ruang kerja utama Himawan Tower. Di balik dinding kaca raksasa yang memperlihatkan pemandangan pencakar langit Jakarta di sore hari, atmosfer ruangan terasa sangat tenang dan mantap.Liana yang berdiri di samping meja kerja Satria menghela napas lega, menyerahkan segelas minum dingin kepada Vanya. "Luar biasa cepat, Vanya. Papa sampai geleng-geleng kepala waktu lihat laporan stabilisasi saham dari tim direksi tadi.""Itu karena kita punya peta visual paling akurat di dunia, Mbak," jawab Vanya sembari melirik Satria dengan rasa hormat yang tinggi. "Kolaborasi antara algoritma siber saya dan ketajaman mata batin Den Satria bikin sistem kita bisa men

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 55

    Sementara itu, di lantai teratas Hotel Mulia Jakarta, Victor Vance sedang berdiri di hadapan belasan layar monitor raksasa sembari memegang segelas champagne. Pria pirang itu tersenyum puas melihat pergerakan bursa saham yang menurutnya sudah sepenuhnya berada dalam genggaman Sovereign Crown Syndicate.Namun, senyuman di wajah anggunnya seketika sirna ketika seluruh layar monitor di ruangan itu mendadak berkedip merah membara.BZZZZTTT!Suara dengungan frekuensi tinggi yang sangat memekakkan telinga meledak dari seluruh pengeras suara di ruangan tersebut. Gelombang elektromagnetik buatan yang semula ditujukan untuk mencuci otak warga Jakarta mendadak berbalik arah, menghantam balik sistem saraf para peretas asing milik Victor Vance."Aaaargh!" beberapa peretas Eropa buatan Victor menjerit kesakitan sembari memegangi kepala mereka, jatuh tersungkur dari kursi mereka dengan hidung yang mengeluarkan darah segar."Apa-apaan ini?!" bentak Victor Vance histeris, melemparkan gelas kristalnya

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 54

    "Teknologi asing mereka bukan cuma nyerang bursa saham, Sat, tapi semua pertahanan pelindung digital Himawan Group dibobol cuma dalam waktu tiga menit!" cetus Liana geram, mematikan layar laptopnya yang dipenuhi peringatan berwarna merah di dalam jet pribadi yang sedang melaju kencang menuju Jakarta.Satria yang duduk tenang di sebelahnya memiringkan kepala. Dia menatap layar yang kini mulai memancar kedipan garis-garis kode asing yang liar."Sovereign Crown tidak bergerak sendirian, Li. Victor Vance membawa tim peretas tingkat tinggi dari Eropa untuk memutus sistem komunikasi internal kita sebelum bursa saham ditutup," ujar Satria tenang.Tiba-tiba, layar laptop Liana yang semula terkunci mendadak berkedip cepat. Kode-kode merah ancaman itu terhapus secara otomatis, digantikan oleh lambang garis emas berbentuk mata naga melingkar dan sebuah kotak obrolan rahasia yang muncul di tengah layar."Sistem keamanan jaringan Anda sangat primitif untuk ukuran konglomerat utama, Mbak Liana. Tap

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 53

    Satria memicingkan matanya. Dia menerima tablet tersebut dari tangan Liana, mengusap layarnya dengan ibu jari yang kokoh. "Dua belas persen... Itu persis jumlah saham minoritas yang sebelumnya dipegang oleh gabungan konsorsium tiga taipan Jakarta—Tirta, Hasyim, dan Sofyan.""Tapi bukannya mereka bertiga sudah tunduk penuh sama kamu setelah peristiwa di Kempinski dan kekalahan Mbah Kromo?" tanya Liana bingung. matanya membelalak menatap suaminya. "Kenapa tiba-tiba mereka berani melakukan aksi bunuh diri finansial kayak begini? Ini sama saja mereka memotong leher mereka sendiri!"Satria tidak langsung menjawab. Dia memejamkan matanya rapat-rapat. Dia tidak mengarahkan pikirannya pada analisis pasar saham, melainkan mengalirkan kesadarannya ke bawah lantai kayu tempat mereka berpijak.Tato naga emas di dada Satria berdenyut hangat. Pendar cahaya keemasan yang sangat tipis berkilat di balik kemeja putihnya.Huummm...Getaran batin Satria merambah jauh meninggalkan perbukitan Solo, melinta

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 52

    Di dalam ruang rapat utama yang megah, Baskoro Himawan berdiri di ujung meja panjang, menatap kedatangan menantu dan putri tunggalnya dengan raut wajah yang dipenuhi rasa bangga yang luar biasa. Seluruh jajaran direksi dan investor papan atas berdiri memberikan tepuk tangan riuh saat Satria melangkah masuk.Pemuda yang dulunya dipandang sebelah mata itu kini telah menjelma menjadi sosok pemimpin agung—seorang pelindung murni yang tidak hanya menguasai strategi bisnis tingkat tinggi, tetapi juga memegang kendali atas kestabilan energi tanah di mana kekayaan mereka berdiri."Hari ini," Baskoro membuka suara dengan tegas setelah seluruh hadirin kembali duduk, "Himawan Group tidak hanya mencatatkan rekor pertumbuhan aset tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, melainkan resmi memulai era baru di bawah kepemimpinan Satria dan Liana."Baskoro menatap Satria dengan binar mata penuh kepercayaan mutlak. "Satria telah membuktikan bahwa kekuatan sejati bukan diukur dari seberapa banyak kita meng

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 51

    Sebelum Mbah Kromo sempat melepaskan mantranya, Satria sudah melesat maju bagai kilat keemasan—siap meruntuhkan pertahanan musuh besarnya demi melindungi wanita yang dicintainya dan tanah kelahirannya dari kegelapan.Gerakan Satria melipat jarak dalam sekejap mata. Pendar cahaya keemasan yang membungkus tubuhnya membelah kabut hijau milik Mbah Kromo Singo.Mbah Kromo yang panik menghentakkan tongkat Ular Kepala Tiga ke depan, menyemburkan gumpalan racun hitam pekat berbentuk rahang naga laut yang menganga lebar. Namun, Satria bahkan tidak mengedipkan mata. Tangan kanannya yang mengepal erat dipenuhi energi murni yang begitu padat hingga udara di sekitarnya bergetar hebat.BUMMM!Pukulan Lengan Naga Satria menghantam tepat di tengah gumpalan racun hitam tersebut. Ledakan energi murni seketika menyapu bersih seluruh hawa kotor Mbah Kromo. Pukulan itu melaju tanpa hambatan dan menghantam keras bagian tengah tongkat kayu berukir milik sang dukun tua.KREK... PRANG!Tongkat pusaka berusia

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status