"Lakukan sesuatu! Hentikan Aset 02!" Valeska bergerak ke sana ke mari, jari telunjuknya mengarah ke beberapa petugas yang masih tercengang dengan kondisi sekitar yang berubah dalam hitungan detik. Sementara Aruna, kepalanya terasa semakin berat. Pandangannya perlahan berkunang-kunang. Bibirnya terangkat tipis, air mata mengalir di sudut matanya ketika mendengar suara tangis bayi yang saling bersahutan. "Anak-anakku...." Tugasnya kini telah selesai, ia berhasil memenuhi permintaan Dewan Pusat. Meski target awalnya 10 bayi, tapi 4 lainnya gugur. Mungkin, kali ini gilirannya yang akan gugur. Ia sadar, Dewan Pusat tidak akan membutuhkannya lagi. Ia juga yakin, kalau dirinya dan kelima pria yang selalu bersamanya akan dibuang oleh Dewan Pusat. Baginya, semua itu masuk akal. Karena selama ini yang dia liat, Dewan Pusat selalu menyeleksi orang-orang dan membuang yang sudah tidak potensial. Senyumnya perlahan memudar. Kelopak matanya menjadi semakin berat. "Cilian...." Nama i
Read more