Arina mendorong pintu kamar perlahan sambil membawa nampan berisi semangkuk sup hangat, segelas air putih, dan obat penurun demam. Aroma sup memenuhi ruangan yang masih remang-remang oleh cahaya pagi.Namun, baru beberapa langkah masuk ke dalam kamar, Arina mendapati Gavin sudah tidak lagi terbaring seperti saat dia tinggalkan.Laki-laki itu baru saja bangun. Punggungnya bersandar lemah pada kepala ranjang, rambutnya sedikit berantakan, sementara wajahnya masih tampak pucat karena demam yang belum sepenuhnya turun."Kamu kenapa sudah duduk?" tanya Arina cepat.Dia segera meletakkan nampan di atas meja samping ranjang, lalu menghampiri Gavin."Aku cuma bangun tidur, bukan pasien kritis," jawab Gavin sambil tersenyum tipis.Arina mendecih pelan."Bahkan pasien kritis pun kadang lebih patuh daripada kamu."Tanpa menunggu jawaban, Arina meraih bahu Gavin dan membantunya duduk lebih nyaman. Dia menyusun bantal di belakang punggung laki-laki itu agar bisa bersandar dengan baik."Jangan dipa
Última atualização : 2026-08-26 Ler mais