"Angel, kamu belum setuju sama sya—" "Ssht, sekarang aku yang berkuasa di sini, Lexi. Jangan terlalu banyak membantah," potong Angel sebelum Lexi selesai berbicara sembari meletakkan jari telunjuknya yang lentik di bibir Lexi. Suara Angel yang serak saat berbisik, membuat sekujur tubuh Lexi meremang, napasnya semakin memburu, bahkan detak jantung terasa jauh lebih cepat. Sementara, bagian bawahnya pun melesak-lesak seolah meminta untuk segera dibebaskan dari dalam sangkar. 'Sialan! Kenapa Angel jadi kayak wanita penggoda gini sih!" Lexi membatin, benar-benar heran dengan perubahan emosional Angel yang begitu cepat, dari sedih, dan sekarang penuh gairah. Lexi menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa kering meskipun baru saja meneguk air mineral beberapa menit yang lalu. Masalahnya, situasi saat ini benar-benar tidak adil baginya. Ingat, dia ini sedang marah, tapi bisa-bisanya burung disangkar malah begitu murahan hanya karena Angel merayunya dengan suara me
Read more