"S-Sakit ... Lexi," ulang Angel dengan suara yang nyaris seperti rengekan anak kecil.Lexi terdiam sejenak, lalu keningnya mengerut, ada sesuatu yang aneh, iya, aneh. Meski dia sudah memberikan pemanasan lebih dulu, lalu Angel pun sudah benar-benar basah, seharusnya pelumas alami itu melancarkan jalannya.Tapi ini?Sempit.Betul-betul sangat sempit!Seperti gadis perawan yang belum pernah dijamah oleh sentuhan lelaki manapun.Tapi Lexi memilih diam, tidak berkata apa-apa. Mungkin Angel memang sudah lama tidak disentuh, pikirnya.Baron dikatakan dingin, mungkin karena sudah bertahun-tahun mereka tidak berhubungan intim. Maka wajar jika jalur itu kembali merapat seperti perawan."Kamu tegang, Angel," gumam Lexi, napasnya memburu karena menahan gairah yang terus menggedor-gedor kesabarannya. "Rileks, Sayang. Aku tidak akan melukaimu," kata Lexi lagi, berusaha menenangkan Angel agar bisa menikmati pelayanan dari dirinya.Angel menggigit bibir bawahnya yang mulai pucat. Air mata masih me
Last Updated : 2026-05-28 Read more