"Karena hati nurani Zaky tidak bisa dibeli, Alya," jelas Putra dengan nada kagum. "Saat Zaky tahu bahwa Panca merencanakan makar, pembunuhan berencana, dan bersekongkol dengan Naura untuk menghancurkan Kakek, Zaky merasa sangat bersalah. Dia sadar, dia tidak mau mengobati orang tuanya menggunakan uang kotor dari hasil kejahatan.Zaky akhirnya mendatangiku secara diam-diam. Dia membongkar semua rencana busuk Panca padaku sambil menangis," lanjut Putra. "Sejak saat itu, aku mengubah strategi. Aku meminta Zaky untuk terus berpura-pura menjadi kaki tangan Panca. Zaky menjadi tameng ganda. Dia melaporkan informasi palsu pada Panca, sementara di saat yang sama, tugas utamanya adalah menjadi bodyguard rahasiamu untuk memastikan kau aman dari incaran mereka." Alya membelalak ngeri, menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Astaga Putraa ... aku sama sekali tidak menyangka semuanya serumit ini. Saat Zaky mengantarku setiap hari, aku pikir dia hanya prajurit biasa yang bekerja denganmu. Ternyata
Read more